kabar

Syuhada Koptik di pantai Sirte

Paus Fransiskus menyebut 21 orang Kristen Koptik asal Mesir disembelih ISIS mati syahid.

17 Februari 2015 10:25

Agama Nasrani rupanya mengenal pula istilah syuhada. Pemimpin umat Katolik sejagat Paus Fransiskus hari ini memastikan 21 orang tewas disembelih di tepi pantai Sirte, kota kelahiran mendiang pemimpin Libya Muammar al-Qadhafi, mati syahid.

Alasannya, mereka mengakui Yesus sebelum maut menjemput. "Yesus tolonglah saya," begitu kata-kata terakhir diucapkan 21 orang Kristen Koptik itu sebelum dieksekusi, seperti diklaim Paus Fransiskus.

Presiden Amerika Serikat George Walker Bush saat mengumumkan perang terhadap Al-Qaidah pada 2001 - sehabis serangan 11 September - menyatakan misi itu adalah perang suci.

Dalam ajaran Islam, terminologi syhada adalah orang mati syahid karena memperjuangkan agama. Balasan bagi mereka adalah surga.

Kelompok Ansar asy-Syariah terkait ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) dan Al-Qaidah Ahad lalu melansir rekaman video menggambarkan penyembelihan terhadap 21 warga kristen Koptik asal Mesir itu. ISIS telah mengumumkan penculikan mereka bulan lalu.

Dalam hitungan jam setelah video itu muncul, militer Mesir membombardir Darna. Serbuan udara ini juga bekerja sama dengan pihak Libya.

Ansar telah menguasai tiga kota di Libya, yakni Darna, Nufuliyah, dan Sirte. Kelompok Islam radikal ini sudah membikin kamp pelatihan dan gudang senjata di Darna. Pengaruh mereka juga sampai Ibu Kota Tripoli dan Benghazi. Mereka bulan lalu menyerbu Hotel Corrinthia di jantung Tripoli dan menewaskan sembilan orang.

ISIS menyatakan eksekusi itu dilakukan di tepi pantai agar darah dan mayat ke-21 warga Mesir ini bercampur dengan darah mendiang pendiri Al-Qaidah Usamah Bin Ladin.

Bin Ladin tewas awal Mei 2011 dalam serbuan dilakoni pasukan khusus angkatan laut Amerika SEAL di Kota Abbottabad, Pakistan. Mayatnya lantas dibenamkan di Laut Arab.

Penyembelihan itu juga sebagai balasan atas perlakuan semena-mena terhadap Camilla Shehata. Istri dari pendeta Koptik ini masuk Islam pada 2010 dan tindakannya itu telah memicu konflik Islam-Kristen di Mesir.

Kristen Koptik Mesir adalah komunitas Nasrani terbesar di Timur Tengah. Jumlah mereka sepuluh persen dari 84,5 juta penduduk negeri Nil itu atau sekitar 6-11 juta orang. Kebanyakan dari mereka berkiblat ke Gereja Koptik Ortodoks di Kota Aleksandria. Aliran Kristen Koptik ini bikinan Santo Markus di abad pertama atau tahun 42 Masehi.

Meski berasal dari Mesir, penganut Kristen Koptik juga terdapat di Amerika, Inggris, dan negara-negara Afrika, termasuk Sudan.

Walau termasuk salah satu kelompok menguasai perekonomian Mesir, tapi warga Kristen Koptik mengaku masih mendapat perlakuan berbeda dan pelecehan.

Wilayah dikuasai ISIS. (govexec.com)

Trump umumkan kemenangan atas ISIS

Amerika segera menarik pasukannya dari Suriah.

Uskup Ava Morkos memimpin misa Kristen Koptik pertama di Arab Saudi pada 2 Desember 2018. (Twitter/DrMahmoudRefaat)

Untuk pertama kali, misa Kristen Koptik digelar di Arab Saudi

Uskup Ava Morkos datang dari Mesir atas undangan disampaikan oleh Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman Maret lalu.

Seorang petugas menggendong anak kecil selamat dari serangan kelompok bersenjata di acara parade militer di Kota Ahwaz, barat Iran, 22 September 2018. (Twitter)

ISIS rilis video pelaku serangan atas pawai militer di Iran

Selain ISIS, Gerakan Bangsa Ahvaz, mendiami Provinsi Khuzestan dan berusaha memerdekakan diri, juga mengklaim sebagai dalang dari serangan itu.

Jihadis ISIS Hasyim Abadi. (Al-Arabiya/Supplied)

Jihadis ISIS dijual seharga US$ 1 juta

Hasyim Abadi adalah adik dari pelaku serangan bunuh diri dalam konser Ariana Grande di Manchester, Mei tahun lalu.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Menteri luar negeri Yaman duduk di sebelah Netanyahu

Mikrofon di meja Netanyahu mati waktu dia ingin berbicara. Al-Yamani lantas memberikan mikroponnya untuk digunakan oleh pemimpin dari negara Zionis itu.

16 Februari 2019

TERSOHOR