kabar

Ulama Saudi bilang Bumi tidak berputar

"Bumi itu diam dan tidak bergerak," kata Syekh Bandar al-Khaibari menjawab pertanyaan seorang pelajar.

17 Februari 2015 10:59

Ulama Arab Saudi kembali berulah. Kali ini giliran Syekh Bandar al-Khaibari. Dia menolak teori menyatakan Bumi berputar pada porosnya (rotasi) dan mengelilingi matahari (revolusi).

"Bumi itu diam dan tidak bergerak," kata Syekh Bandar menjawab pertanyaan seorang pelajar. Selain menggunakan dalil-dalil agama dan mengutip sejumlah pernyataan ulama, dia juga memberi contoh.

Dia mengangkat satu gelas air kemasan diibaratkan sebagai Bumi. Dia bilang kalau Bumi berputar dan pesawat dari Bandar Udara Syarjah, Arab Saudi, terbang menuju Cina berhenti di udara maka wilayah Cina bakal menghampiri. Namun bila Bumi berputar ke arah sebaliknya, pesawat itu tidak akan pernah tiba di Cina.

Komentar bahlul ulama Saudi ini mendapat cibiran di media-media sosial di Arab Saudi. Sampai-sampai di twitter ada tanda pagar #Ulama_tolak_perputaran_Bumi.

Kebetulannya lagi, komentar bodoh diucapkan Syekh Bandar bertepatan dengan ulang tahun Galileo Galilei, dilahirkan pada 15 Februari 1564.

Gara-gara teori bikinannya menyebut Bumi berputar, pihak gereja menyebut Galilei meyakini hal-hal klenik. Di masa itu banyak orang percaya Bumi diam dan menjadi pusat alam semesta. Galilei juga menyokong teori Copernicus menyebut Bumi dan planet-planet lain mengelilingi matahari.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan cucunya, Pangeran Abdul Aziz bin Khalid bin Salman. (Al-Arabiya/Supplied)

900 ribu kembang api akan dibakar buat rayakan hari lahir Arab Saudi

Kerajaan Arab Saudi dibentuk pada 23 September 1932 oleh Raja Abdul Aziz bin Abdurrahman.

Sampah makanan. (Saudi Gazette)

FAO sebut Arab Saudi negara paling banyak buang makanan

FAO bilang saban tahun terdapat 427 ton makanan dibuang di negara Kabah itu.

Sejumlah warga Arab Saudi siap menikmati makanan dalam jumlah kelewat banyak. (Caravan Daily)

Jumlah makanan terbuang di Arab Saudi saban tahun senilai Rp 181 triliun

Program itu juga untuk memperkuat kerja sama antar pemangku kepentingan dalam menghasilkan produk daur ulang.

Microsoft dipkasa meminta maaf karena keliru menerjmehkan Dais menjadi ZArab Saudi. (Fortune)

Microsoft minta maaf karena salah menerjemahkan Dais menjadi Arab Saudi

Kepala Microsoft di Arab Saudi Mamduh Najjar meminta maaf atas kekeliruan itu.





comments powered by Disqus