kabar

Al-Azhar haramkan tonton video eksekusi ISIS

Tujuan ISIS menyebarluaskan rekaman video eksekusi untuk menciptakan ketakutan terhadap Islam.

17 Februari 2015 23:04

Al-Azhar, otoritas Islam tersohor di Mesir, kemarin mengeluarkan fatwa mengharamkan kaum muslim menonton dan menyebarluaskan rekaman-rekaman video berisi eksekusi dilakukan ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) terhadap sandera-sandera mereka.

Alasan Al-Azhar mengeluarkan fatwa itu supaya tujuan-tujuan ISIS tidak tercapai, yakni mempromosikan ketakutan atas Islam, seperti dilaporkan Ahram Online.

Al-Azhar menyerukan kepada media untuk tidak menyiarkan kebiadaban ISIS agar tidak muncul kecemasan di kalangan muslim dan menghindari pengaruh buruk terhadap semangat mereka.

Fatwa Al-Azhar ini keluar sehari setelah kelompok Ansar asy-Syariah di Libya - terkait ISIS dan Al-Qaidah - melansir rekaman video penyembelihan 21 orang Kristen Koptik asal negeri Nil itu.

ISIS memang biasa membunuh sandera-sandera mereka dengan cara menyembelih atau memenggal kepala. Cara terbaru lewat membakar tawanan hidup-hidup, seperti dilakoni terhadap pilot Yordania Letnan Muaz al-Kasasbih.

UNHCR Eminent Advocate Dato Tahir bercengkerama dengan keluarga Abu Muhammad, pengungsi asal Suriah tinggal di kamp Azraq, Yordania, 3 April 2017. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

80 warga Indonesia eks ISIS terjebak di kamp Kurdi

Pemerintah akan memverifikasi status kewarganegaraan mereka.

Masjid Al-Azhar di Ibu Kota Kairo, Mesir. (islamicgps.com)

Mahasiswi Al-Azhar Kairo diberhentikan karena peluk pacar

"Berpelukan antara lelaki dan perempuan belum menikah melanggar nilai-nilai dan prinsip dalam masyarakat."

Wilayah dikuasai ISIS. (govexec.com)

Trump umumkan kemenangan atas ISIS

Amerika segera menarik pasukannya dari Suriah.

Seorang petugas menggendong anak kecil selamat dari serangan kelompok bersenjata di acara parade militer di Kota Ahwaz, barat Iran, 22 September 2018. (Twitter)

ISIS rilis video pelaku serangan atas pawai militer di Iran

Selain ISIS, Gerakan Bangsa Ahvaz, mendiami Provinsi Khuzestan dan berusaha memerdekakan diri, juga mengklaim sebagai dalang dari serangan itu.





comments powered by Disqus