kabar

ISIS cari dana dari berjualan artefak jarahan

Artefak-artefak curian itu diperjualbelikan di pasar-pasar gelap di Eropa.

19 Februari 2015 14:08

ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) menjual artefak-artefak jarahan dan harga satuannya bisa ratusan ribu dolar Amerika Serikat.

Hasil investigasi BBC menemukan barang-barang purbakala amat berharga itu diselundupkan dari Suriah untuk dijual di pasar gelap. Dagangan ini menjadi salah satu sumber utama pendapatan ISIS, selain dari pungutan pajak, penjualan minyak, dan uang tebusan pembebasan sandera.

Seorang lelaki Suriah menolak disebutkan identitasnya menjelaskan bagaimana dia membawa keluar barang-barang peninggalan sejarah dari Aleppo menuju perbatasan. Dia bilang dia bakal membayar sopir taksi untuk mengangkut barang-barang berharga ini secara rahasia menyeberang hingga wilayah Turki dan Libanon.

Seorang calo artefak hanya ingin ditulis dengan nama Ahmad, mengaku ISIS berperan aktif mengawasi perdagangan benda-benda bersejarah hasil curian. "Barang-barang bernilai tinggi itu datang dari timur Suriah, Raqqah, dan semua daerah dikuasai ISIS," katanya.

Dia mengklaim orang-orang ingin menggali tempat-tempat bersejarah mesti mendapat izin dari ISIS. Mereka biasanya bakal dikenakan pajak seperlima dari tiap temuan benda purbakala.

Artefak jarahan diperjualbelikan di pasar gelap itu antara lain patung-patung hewan, pot, koin emas, dan gelas-gelas. Ahmad bahkan mengatakan pernah satu artefak dari tahun 8500 sebelum Masehi dijual seharga US$ 1,1 juta atau Rp 14,1 miliar.

Perwira polisi Libanon Letnan Kolonel Nicholas Saad menjelaskan artefak-artefak asal Suriah biasanya berakhir di satu tempat. "Libanon hanya tempat transit, salah satu pintu menuju Eropa," ujarnya. "Fulus sebenarnya dibuat di Eropa."

Dr Makmun Abdul Karim, ahli arkeologi mengepalai departemen kepurbakalan Suriah di Ibu Kota Damaskus, sependapat. "Kami yakin semua artefak dari Suriah dijual ke Eropa, di Swiss, Jerman, Inggris, dan negara-negara Arab Teluk seperti Dubai (Uni Emirat Arab) dan Qatar," tuturnya.

Seorang petugas menggendong anak kecil selamat dari serangan kelompok bersenjata di acara parade militer di Kota Ahwaz, barat Iran, 22 September 2018. (Twitter)

ISIS rilis video pelaku serangan atas pawai militer di Iran

Selain ISIS, Gerakan Bangsa Ahvaz, mendiami Provinsi Khuzestan dan berusaha memerdekakan diri, juga mengklaim sebagai dalang dari serangan itu.

Jihadis ISIS Hasyim Abadi. (Al-Arabiya/Supplied)

Jihadis ISIS dijual seharga US$ 1 juta

Hasyim Abadi adalah adik dari pelaku serangan bunuh diri dalam konser Ariana Grande di Manchester, Mei tahun lalu.

Bos Mayapada Group Dato Tahir berbincang dengan satu keluarga pengungsi Suriah di kamp Azraq, Yordania, pada 27 Oktober 2016. (KBRI Amman buat Albalad.co)

Senjata bikinan Israel ditemukan dalam gudang senjata ISIS

Israel dan ISIS memang memiliki kepentingan sama, yakni menggulingkan rezim Basyar al-Assad disokong oleh Iran.

Poster Huzaifah al-Badri, putra pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi, tewas dalam pertempuran di Homs, Suriah. (Amaq)

Putra pemimpin ISIS tewas di Suriah

Baghdadi memiliki empat anak dari istri pertama dan satu putra dari iatri kedua.





comments powered by Disqus