kabar

25 ribu tentara Irak April nanti siap rebut Mosul dari ISIS

Mereka akan dibantu tiga brigade pasukan Kurdi.

20 Februari 2015 17:58

Serangan darat besar-besaran bakal dilaksanakan April atau Mei nanti buat merebut kembali Mosul, kota terbesar kedua di Irak, dari tangan ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah). Seorang pejabat militer senior Amerika Serikat hari ini bilang operasi militer itu bakal melibatkan hingga 25 ribu serdadu Irak.

Pejabat dari Komando Pusat Amerika Serikat itu mengungkapkan serbuan itu bakal dilaksanakan oleh 12 brigade angkatan darat Irak terdiri dari 20 ribu sampai 25 ribu tentara. Lima brigade di antaranya bakal menjadi pasukan inti dan mulai dilatih oleh pasukan koalisi beberapa pekan mendatang.

Mereka bakal disokong oleh tiga brigade berukuran lebih kecil sebagai pasukan cadangan dan tiga brigade Peshmerga - pasukan Kurdi - akan menyerang ISIS dari wilayah utara dan barat.

Milisi ISIS mengambil alih Mosul Juni tahun lalu dan menjadikan Mosul sebagai ibu kota mereka di Irak. Sedangkan ibu kota ISIS di Suriah adalah Raqqah. Dari Mosul pula pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi mengumumkan berdirinya khilafah islamiyah dan mengangkat dirinya menjadi khalifah.

Kota berpenduduk lebih dari sejuta orang ini berada di sebelah barat Sungai Tigris. Jaraknya sekitar 400 kilometer sebelah utara Ibu Kota Baghdad.

Pejabat menolak disebutkan namanya ini mennjelaskan akan ada pasukan asli Mosul, meliputi para mantan polisi di Mosul dan pasukan-pasukan suku. Mereka telah menyatakan siap merebut kembali Mosul.

Satu brigade pasukan kontraterorisme Irak telah dilatih pasukan khusus Amerika juga akan ikut dalam serangan ke Mosul.

Pejabat itu menjelaskan Amerika bakal memberikan sokongan militer dalam operasi merebut Mosul ini, termasuk pelatihan, serangan udara, data intelijen, dan pengintaian. Tapi belum ada keputusan apakah Amerika juga akan mengirim pasukan darat.

Sejumlah pejabat militer memperkirakan saat ini ada sekitar seribu hingga dua ribu pejuang ISIS di Mosul. Namun mereka mengingatkan serangan terhadap Mosul baru dilakoni bila pasukan Irak benar-benar siap.

"Jika mereka belum siap, syarat-syaratnya belum terpenuhi, semua peralatan diperlukan belum ada, dan mereka tidak terlatih sampai tahap mereka bisa berhasil, kami tidak menutup pintu untuk menunggu hingga waktunya tepat," kata pejabat itu.

Dia menambahkan untuk pertama kalinya Qatar setuju menjadi lokasi pelatihan kelompok pemberontak moderat Suriah untuk nantinya berperang menghadapi ISIS. Tiga tempat pelatihan lainnya di Turki, Yordania, dan Arab Saudi.

Seorang petugas menggendong anak kecil selamat dari serangan kelompok bersenjata di acara parade militer di Kota Ahwaz, barat Iran, 22 September 2018. (Twitter)

ISIS rilis video pelaku serangan atas pawai militer di Iran

Selain ISIS, Gerakan Bangsa Ahvaz, mendiami Provinsi Khuzestan dan berusaha memerdekakan diri, juga mengklaim sebagai dalang dari serangan itu.

Jihadis ISIS Hasyim Abadi. (Al-Arabiya/Supplied)

Jihadis ISIS dijual seharga US$ 1 juta

Hasyim Abadi adalah adik dari pelaku serangan bunuh diri dalam konser Ariana Grande di Manchester, Mei tahun lalu.

Bos Mayapada Group Dato Tahir berbincang dengan satu keluarga pengungsi Suriah di kamp Azraq, Yordania, pada 27 Oktober 2016. (KBRI Amman buat Albalad.co)

Senjata bikinan Israel ditemukan dalam gudang senjata ISIS

Israel dan ISIS memang memiliki kepentingan sama, yakni menggulingkan rezim Basyar al-Assad disokong oleh Iran.

Perdana menteri Irak Haidar al-Abadi bersalaman dengan seorang komandan pasukan Irak setibanya di Kota Mosul, 9 Juli 2017, untuk mengumumkan pembebasan Mosul dari ISIS. (Twitter/@HaiderAlAbadi)

Irak bebaskan Mosul dari ISIS

Sepekan sebelumnya, Abadi sudah mengumumkan berakhirnya khilafah islamiyah versi ISIS setelah pasukan Irak merebut Masjid An-Nuri telah menjadi puing akibat diledakkan ISIS.





comments powered by Disqus