kabar

1.150 polisi jaga 1.150 ruangan dalam istana Erdogan

Tagihan listrik Istana Putih dihuni Erdogan 1.150 juta lira sebulan.

20 Februari 2015 19:13

Sebanyak 1.150 polisi ditugaskan menjaga istana baru memiliki 1.150 ruangan dihuni Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Jumlahnya lebih dari dua kali lipat ketimbang 450 penjaga di Chankaya, istana presiden sebelumnya.

Mereka bertugas di dalam dan halaman istana. Hal ini memunculkan perdebatan lantaran begitu besarnya jumlah pasukan pengamanan dan total biaya dikeluarkan.

Apalagi istana baru Erdogan itu sudah dilengkapi sistem keamanan mutakhir seharga US$ 20 juta atau Rp 237 miliar. Kompleks istana ini dikelilingi pagar sepanjang lima kilometer dilengkapi tiga ribu kamera pengintai.

Istana Erdogan ini juga memiliki perangkat antisadap buat mencegah kasus 2013 terulang. Erdogan dan sejumlah pejabat tinggi Turki telah disadap setelah ditemukan sejumlah alat penyadap di kantor Erdogan saat dia menjabat perdana menteri.

Istana presiden baru Turki ini menempati lahan seluas 202.343 meter persegi. Terletak di atas sebuah bukit di pinggiran Ibu Kota Ankara, Istana Putih atau Ak Saray dalam bahasa Turki itu mempunyai seribu ruangan, sebuah jaringan terowongan, berteknologi antisadap mutakhir, serta berarsitektur campuran modern dan abad pertengahan.

Istana Putih ini berlapis pualam mewah dan kabarnya pelapis dinding dari sutera dipakai di kamar-kamar mandi dalam istana. Ak Saray bakal menjadi kediaman resmi Recep Tayyip Erdogan, presiden ke-12 Turki.

Pembangunan istana penuh ornamen ini menghabiskan anggaran lebih dari US$ 350 juta atau Rp 4,2 triliun. Erdogan meresmikan kompleks Istana Putih nan mewah itu akhir Oktober tahun lalu untuk memperingati Hari Republik, menandai kejatuhan Kesultanan Usmaniyah dan berdirinya Turki modern.

Rekening listrik Istana Putih juga mendapat sorotan lantaran kelewat mahal. Wakil Ketua Partai Rakyat Republik (CHP) Ali Demircali mengklaim Sabtu pekan lalu, tagihan listrik Istana Putih 1.150 juta lira sebulan. Seraya menyodorkan struk tagihan, dia bilang pihak istana juga didenda hampir 107 ribu lira karena telat membayar.

Menurut surat kabar Evrensel, Erdogan juga berencana membangun tempat konser dan kandang kuda dalam kompleks istana.

Tezcan KarakuĊŸ Candan, arsitek tersohor dari Ankara sekaligus ketua Dewan Arsitek dan Insinyur (TMMOB), memperingatkan staf istana bisa terkena penyakit lantaran kuatnya medan magnet di sana. "Staf istana bisa menderita gangguan fisik dan mental karena besarnya medan magnet di sana," ujarnya kepada surat kabar Hurriyet Daily News.

Partai-partai oposisi menuding pembangunan Istana Putih itu tidak berizin. Namun Mahkamah Konstitusi Turki tahun lalu menolak sejumlah gugatan soal keabsahan pembangunan istana ini.

Erdogan bulan lalu bilang Istana Putih bakal berganti nama menjadi the Presidential Kulliye. Istana ini bakal memiliki sebuah masjid, aula, dan perpustakaan nasional raksasa.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bersama istri. (Hurriyet Daily News)

Erdogan menangi referendum

Hasil ini mengubah sistem pemerintahan Turki dari parlementer menjadi presidensial.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sedang mengajari cucunya, Ahmet Akif Albayrak, di Marmaris, pada 15 Juli 2016. (Hurriyet Daily News)

Kumis ala Erdogan populer di kalangan pejabat Turki

Para pejabat dan menteri kini ikut-ikutan berkumis.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sedang mengajari cucunya, Ahmet Akif Albayrak, di Marmaris, pada 15 Juli 2016. (Hurriyet Daily News)

Foto Erdogan ajarkan cucunya baca Al-Quran tersiar luas

"Saya bilang kepada dia, "Putraku, kita akan membaca lima halaman Al-Quran sehari di sini.'"

Sekitar 40 ribu warga Jerman berdarah Turki berunjuk rasa mendukung Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Kota Cologne, Jerman, 31 Agustus 2016. (Breit Bart)

Turki gelar referendum April

Kalau konstitusi baru disetujui, Erdogan bisa berkuasa hingga 2029.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Pangeran Arab Saudi serukan kudeta terhadap Raja Salman

"Kalau Ahmad dan Muqrin bersatu, saya yakin 99 persen anggota keluarga kerajaan, pasukan keamanan, dan tentara akan mendukung mereka," kata Pangeran Khalid, mendapat suaka politik di Jerman sedari 2013.

21 Mei 2018

TERSOHOR