kabar

Sejumlah remaja Saudi ditangkap karena rayakan ulang tahun

Ulama Wahabi meyakini musik-musik Barat dan pesta ulang tahun adalah perbuatan berdosa dan tidak islami.

23 Februari 2015 13:11

Polisi moral Arab Saudi telah menangkap sejumlah pemuda hadir dalam pesta ulang tahun. Kejadian ini berlangsung di sebuah rumah di Kota Buraidah Sabtu malam lalu, seperti dilaporkan situs berita Ain al-Yaum.

Menurut seorang pejabat, para remaja lelaki ini dibekuk lantaran berjoget dan menyetel musik keras-keras. Di rumah itu juga terdapat kue ulang tahun dilengkapi lilin. Namun tidak disebutkan berapa orang ditahan dan berapa rata-rata umur mereka.

Pejabat menolak disebut namanya ini juga mencemaskan dandanan pemuda-pemuda itu. Menurut dia, gaya berpakaian dan rambut mereka tidak islami. Karena itu, dia mendesak orang-orang tua lebih memperhatikan lagi anak-anak mereka. "Dandanan mereka bisa mengarah pada perilaku tidak bermoral dan homoseksualitas," katanya.

Penahanan remaja-remaja itu menjadi bahan ejekan para pengguna media sosial. Menurut mereka, para pemuda ini tidak berpesta dengan perempuan dan menenggak minuman beralkohol, perbuatan diharamkan dalam ajaran Islam.

Yang lain mengunggah foto-foto tarian pedang, seperti dimainkan Pangeran Charles bareng anggota keluarga kerajaan Saudi bulan ini. Namun kaum konservatif mengklaim tarian itu maskulin sehingga bisa diterima masyarakat.

Buraidah adalah ibu kota Provinsi Qassim. Di sini banyak bercokol ulama-ulama Wahabi mempraktekkan Islam secara kaku. Mereka meyakini musik-musik Barat dan pesta ulang tahun adalah perbuatan berdosa dan tidak islami.

Polisi moral di Saudi bertugas memastikan warga negeri Dua Kota Suci itu berpakaian dan bergaya hidup sesuai ajaran Islam. Mereka juga mesti menjamin rakyat Saudi tidak mengadopsi budaya Barat.

Raja Salman bin Abdul Aziz baru-baru ini menunjuk Syekh Abdurrahman as-Sanad sebagai kepala polisi syariah. Dia menggantikan Syekh Abdul Latif asy-Syekh, ulama berhaluan moderat.

Sampah makanan. (Saudi Gazette)

FAO sebut Arab Saudi negara paling banyak buang makanan

FAO bilang saban tahun terdapat 427 ton makanan dibuang di negara Kabah itu.

Sejumlah warga Arab Saudi siap menikmati makanan dalam jumlah kelewat banyak. (Caravan Daily)

Jumlah makanan terbuang di Arab Saudi saban tahun senilai Rp 181 triliun

Program itu juga untuk memperkuat kerja sama antar pemangku kepentingan dalam menghasilkan produk daur ulang.

Empat anggota milisi Jabhat Fatih asy-Syam mengeluarkan ancaman menembak mati Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok jika dia tidak dihukum atas kasus penistaan agama. (Albalad.co/Istimewa)

Sebut Wahabi sumber ekstremisme dan terorisme, menteri agama Tunisia dicopot

Menteri Agama Tunisia Nuruddin al-Khadimi pada 2012 bilang sekitar 400 dari lima ribu lebih masjid di negaranya telah jatuh ke tangan kaum Salafi ultra-konservatif.

Microsoft dipkasa meminta maaf karena keliru menerjmehkan Dais menjadi ZArab Saudi. (Fortune)

Microsoft minta maaf karena salah menerjemahkan Dais menjadi Arab Saudi

Kepala Microsoft di Arab Saudi Mamduh Najjar meminta maaf atas kekeliruan itu.





comments powered by Disqus