kabar

Arab Saudi pancung 47 orang dalam sehari

Termasuk ulama Syiah Syekh Nimr an-Nimr. Eksekusi itu berlangsung hari ini.

02 Januari 2016 15:26

Arab Saudi hari ini memancung 47 orang, termasuk seorang ulama Syiah tersohor di negara Kabah itu. Mereka didakwa terlibat kegiatan terorisme.

Lewat pernyataan tertulis, Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi bilang mereka yang dipenggal termasuk Syekh Nimr an-Nimr. Kebanyakan dari yang dieksekusi adalah mereka terlibat serangan teror dilancarkan jaringan Al-Qaidah selama 2003-2006.

Saudi Press Agency melaporkan dari 47 orang dihukum pancung hari ini, 45 warga Arab Saudi, satu berpaspor Chad, dan seorang lagi berkebangsaan Mesir.

Iran, negara kiblat Syiah, telah memperingatkan eksekusi terhadap Syekh Nimr akan sangat merugikan negeri Dua Dota Suci itu.

Syekh Nimr sudah lama dikenal sebagai pemimpin Syiah paling vokal. Dia secara terbuka kerap mengkritik rezim Bani Saud dan menyerukan agar digelar pemilihan umum. Namun dia tidak pernah menghasut orang untuk berbuat kekerasan.

Arab Saudi tahun lalu mencatat rekor hukum pancung terbanyak dalam dua dasawarsa terakhir. Pada 2015 negara ini memenggal 157 orang.

Unta setinggi lebih dari tiga meter ikut dalam kontes kecantikan King Abdul Aziz Camel Festival di Arab Saudi, digelar sepanjang Januari 2018. (King Abdul Aziz Camel Festival)

Saudi kenakan denda lebih dari Rp 1 miliar bagi pemilik unta disuntik botoks

Unta disebut ayu kalau mempunyai bibir besar, leher panjang, dan berpunuk montok.

Demonstran menyerbu masuk dan membakar Kedutaan Arab Saudi di Ibu Kota Teheran, Iran pada Ahad, 3 Januari 2016. (Iranian Media/Al-Arabiya.net)

Swiss akan keluarkan visa umrah bagi warga Iran

Saudi menolak memperbaiki hubungan dengan Iran hingga negara Mullah ini berhenti mencampuri urusan dalam negeri negara Arab lainnya.

Wakil Putera Mahkota sekaligus Ketua Dewan Perekonomian dan Pembangunan Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Twitter/@SaudiMonarchy)

Anak raja Saudi pastikan tidak akan terjadi perang dengan Iran

"Karena perang antara Arab Saudi dan Iran akan menjadi permulaan dari petaka besar di kawasan (Timur Tengah)," kata Pangeran Muhammad bin Salman.

Peta kawasan Teluk Persia. (Google Map)

Qatar tarik duta besarnya dari Iran

Djibouti mengikuti jejak Arab Saudi, Bahrain, dan Sudan, yakni memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran.





comments powered by Disqus