kabar

Protes atas eksekusi ulama Syiah juga berlangsung di Jakarta

Arab Saudi, Bahrain, dan Sudan memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran.

04 Januari 2016 22:20

Puluhan orang dari Koalisi Antiperang hari ini berunjuk rasa di depan Kedutaan Besar Arab Saudi di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan. Mereka mengutuk eksekusi terhadap ulama Syiah Syekh Nimr al-Nimr Sabtu lalu.

Negara Kabah itu Sabtu lalu mengeksekusi 47 orang termasuk, Syekh Nimr. Mereka divonis hukuman mati atas dakwaan terlibat kegiatan terorisme. Ini merupakan eksekusi pertama di pembukaan tahun 2016.

Dalam siaran pers dibagikan kepada wartawan di lokasi unjuk rasa, Koalisi Antiperang menuntut rezim Bani Saud segera menghentikan semua proses penuntutan terhadap tahanan politik tanpa peduli aliran atau mazhabnya. Mereka juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa mengutus tim investigasi buat menyelidiki pelanggaran hak asasi dan kejahatan kemanusiaan di Arab Saudi.

Koalisi Antiperang menuntut mengadili rezim Bani Saud di pengadilan internasional atas pelanggaran kejahatan hak asasi manusia. "Kami mendesak pemerintah Indonesia mengambil langkah-langkah diplomatik untuk menuntut rezim Bani Saud tunduk kepada hukum internasional," kata koordinator Koalisi Antiperang Abdurrahman.

Demonstrasi mengecam eksekusi Syekh Nimr juga berlangsung di Iran, Bahrain, Kashmir, dan Pakistan.

Hubungan Arab Saudi dan Iran memburuk setelah eksekusi itu. Riyadh kemarin malam memutuskan hubungan diplomatik dengan Teheran. Bahrain dan Sudan mengambil langkah serupa.

Albert Einstein, ilmuwan fisika asal Jerman berdarah Yahudi. (YouTube)

Ulama Iran klaim Albert Einstein muslim Syiah

Einstein beralasan Syiah adalah paham paling ilmiah dan Islam merupakan agama paling benar di dunia.

Demonstran menyerbu masuk dan membakar Kedutaan Arab Saudi di Ibu Kota Teheran, Iran pada Ahad, 3 Januari 2016. (Iranian Media/Al-Arabiya.net)

Swiss akan keluarkan visa umrah bagi warga Iran

Saudi menolak memperbaiki hubungan dengan Iran hingga negara Mullah ini berhenti mencampuri urusan dalam negeri negara Arab lainnya.

Wakil Putera Mahkota sekaligus Ketua Dewan Perekonomian dan Pembangunan Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Twitter/@SaudiMonarchy)

Anak raja Saudi pastikan tidak akan terjadi perang dengan Iran

"Karena perang antara Arab Saudi dan Iran akan menjadi permulaan dari petaka besar di kawasan (Timur Tengah)," kata Pangeran Muhammad bin Salman.

Peta kawasan Teluk Persia. (Google Map)

Qatar tarik duta besarnya dari Iran

Djibouti mengikuti jejak Arab Saudi, Bahrain, dan Sudan, yakni memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran.





comments powered by Disqus