kabar

Jumlah hukuman mati dilakukan Iran lebih banyak dibanding Arab Saudi

Iran cuma kalah dari Cina di tataran global.

05 Januari 2016 06:19

Hukuman mati dilaksanakan Arab Saudi terhadap ulama Syiah Syekh Nimr Baqir an-Nimr telah memicu kemarahan kaum Syiah di seluruh dunia. Dia dipancung bareng 46 orang lainnya Sabtu pekan lalu. Mereka diputus bersalah atas dakwaan terlibat kegiatan terorisme.

Dalam hitungan jam hubungan Arab Saudi dan Iran mengeruh. Riyadh Ahad malam lalu memutuskan hubungan diplomatik dengan Teheran. Langkah serupa juga diambil Bahrain, negara berpenduduk mayoritas Syiah tapi dipimpin Sunni, dan Sudan. Sedangkan Uni Emirat Arab menurunkan level hubungan diplomatiknya dengan Iran dari tingkat duta besar menjadi kuasa usaha.

Hukuman mati atas 47 orang itu menjadi eksekusi perdana di pembukaan tahun ini. Amnesty International mencatat tahun lalu Arab Saudi memenggal 157 orang, jumlah tertinggi sejak 1995.

Tapi angka eksekusi mati dilakoni Iran saban tahun masih jauh lebih banyak ketimbang Arab Saudi. Negara Mullah itu hanya kalah dibanding Cina di tataran global.

Berikut perbandingan jumlah hukuman mati dilakukan kedua negara menurut Amnesty International.

2007 Arab Saudi: 143 Iran: 317

2008 Arab Saudi: 102 Iran: 346

2009 Arab Saudi: 69 Iran: 388

2010 Arab Saudi: 27 Iran: 252

2011 Arab Saudi: 82 Iran: 360

2012 Arab Saudi: 79 Iran: 314

2013 Arab Saudi: 79 Iran: 369

2014 Arab Saudi: 90 Iran: 289

2015 Arab Saudi: 157 Iran: 246

Itu angka diakui pemerintah Iran. Sejatinya, data minimal Amnesty International menyebut negeri Persia ini mengeksekusi mati 552 orang pada 2010, 634 (2011), 544 (2012), 704 (2013), 743 (2014), dan 694 orang (2015).

Albert Einstein, ilmuwan fisika asal Jerman berdarah Yahudi. (YouTube)

Ulama Iran klaim Albert Einstein muslim Syiah

Einstein beralasan Syiah adalah paham paling ilmiah dan Islam merupakan agama paling benar di dunia.

Demonstran menyerbu masuk dan membakar Kedutaan Arab Saudi di Ibu Kota Teheran, Iran pada Ahad, 3 Januari 2016. (Iranian Media/Al-Arabiya.net)

Swiss akan keluarkan visa umrah bagi warga Iran

Saudi menolak memperbaiki hubungan dengan Iran hingga negara Mullah ini berhenti mencampuri urusan dalam negeri negara Arab lainnya.

Wakil Putera Mahkota sekaligus Ketua Dewan Perekonomian dan Pembangunan Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Twitter/@SaudiMonarchy)

Anak raja Saudi pastikan tidak akan terjadi perang dengan Iran

"Karena perang antara Arab Saudi dan Iran akan menjadi permulaan dari petaka besar di kawasan (Timur Tengah)," kata Pangeran Muhammad bin Salman.

Peta kawasan Teluk Persia. (Google Map)

Qatar tarik duta besarnya dari Iran

Djibouti mengikuti jejak Arab Saudi, Bahrain, dan Sudan, yakni memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran.





comments powered by Disqus