kabar

Kesal diajak tinggalkan Raqqah, jihadis ISIS bunuh ibu kandung

Lina al-Qasim didakwa murtad karena mengajak putranya, Ali Saqr al-Qasim, meninggalkan Raqqah.

09 Januari 2016 09:31

Jihadis ISIS (Negara Islam Irak Dan Suriah) Ali Saqr al-Qasim, 20 tahun, tega membunuh ibu kandungnya, Lina al-Qasim. Dia menembak kepala ibunya dalam eksekusi di dekat kantor pos pusat di Kota Raqqah, ibu kota ISIS di utara Suriah, disaksikan ratusan orang.

Mengutip para penduduk setempat, the Syrian Observatory for Human Rights, lembaga nirlaba memantau Perang Suriah dari Ibu Kota London, Inggris, mengatakan eksekusi mati itu berlangsung Rabu lalu.

Kelompok aktivis Raqqah is Being Slaughtered Silently (RBSS) juga melaporkan soal kejadian tragis itu.

Kisahnya bermula dari ajakan Lina kepada Ali untuk meninggalkan Raqqah. Perempuan 45 tahun ini cemas putranya itu bakal terbunuh lantaran serangan udara pasukan koalisi ke Raqqah kian gencar. Ali lantas melaporkan ibunya ke ISIS dan dia sempat ditahan sebelum dieksekusi mati atas dakwaan murtad.

Bagi ISIS, wilayah di luar kekuasaannya adalah daerah kafir lantaran tidak menerapkan syariat Islam versi mereka.

Menurut seorang warga Raqqah, Lina aslinya dari Jabla, kota kecil di Provinsi Latakia, merupakan basis kuat pendukung Presiden Suriah Basyar al-Assad. Laporan lain menyebut Lina berasal dari Tabqa, kota kecil tidak jauh dari Raqqah.

Dia tadinya penganut Syiah Alawi, namun menikah dengan lelaki Raqqah akhirnya menceraikan dia lima tahun lalu. Lina tinggal di Raqqah bareng Ali dan putrinya berumur 25 tahun.

Warga Raqqah itu bilang ISIS mengumumkan Lina dihukum mati karena berbuat murtad. "Ini pertama kali seseorang membunuh ibunya sendiri," katanya. "Orang-orang kaget banget ada anak dapat membunuh ibunya dengan dingin. Tiap orang bertanya bagaimana ISIS dapat mencuci otaknya sedemikian rupa?"

Jawad Nasrallah, putra dari pemimpin Hizbullah Hasan Nasrallah, sehabis mencoblos pada 15 Mei 2022.  (Telegram)

Hizbullah kehilangan suara mayoritas di parlemen

Perolehan kursi Kubu Independen melonjak sepuluh menjadi 16. Blok Masyarakat Sipil atau Oposisi juga sama: meningkat sebelas kursi menjadi 12.

Presiden Israel Isaac Herzog bertemu Emir Abu Dhabi sekaligus Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Syekh Muhammad bin Zayid an-Nahyan pada 15 Mei 2022 di Ibu Kota Abu Dhabi untuk menyampaikan belasungkawa atas wafatnya abang dari Bin Zayid, Presiden Syekh Khalifah bin Zayid an-Nahyan, pada 13 Mei 2022. (Twitter Screencapture/@Isaac_Herzog)

Terbang ke Abu Dhabi, presiden Israel sampaikan belasungkawa kepada Bin Zayid

Di hari sama, Jokowi dan Abbas datang untuk tujuan serupa.

Putera Mahkota Abu Dhabi Syelh Muhammad bin Zayid an-Nahyan pada 14 Mei 2022 terpilih sebagai presiden Uni Emirat Arab, menggantikan abangnya, Syekh Khalifah bi  Zayid an-Nahyan, wafat kemarin. (Twitter/@MohamedBinZayed)

Bin Zayid terpilih sebagai presiden UEA

Paling menarik ditunggu adalah Bin Zayid akan memilih siapa putera mahkota Abu Dhabi: apakah salah satu adiknya atau putra sulungnya, Syekh Khalid.

Masyarakat sedang mencoba air minum dihasilkan dari udara oleh mesin Watergen. (Watergen buat Albalad.co)

Teknologi Israel pasok air minum bagi rakyat Suriah

Mesin tipe GEN M PRO dapat menghasilkan air minum hingga 900 liter per hari.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Hizbullah kehilangan suara mayoritas di parlemen

Perolehan kursi Kubu Independen melonjak sepuluh menjadi 16. Blok Masyarakat Sipil atau Oposisi juga sama: meningkat sebelas kursi menjadi 12.

18 Mei 2022

TERSOHOR