kabar

Irak bantah ada kebijakan poligami karena darurat perang

"Berita itu sama sekali tidak benar," kata Wakil Duta Besar Irak untuk Indonesia Khalil Ibrahim kepada Albalad.co.

20 Januari 2016 09:47

Pemerintah Irak membantah ada kebijakan mewajibkan poligami lantaran darurat perang melanda negara Dua Sungai itu.

Awal pekan ini beredar luas di media sosial berita menyebut Perdana Menteri Irak Haidar al-Abadi mengeluarkan perintah tertanggal 6 Januari 2016. Dia mewajibkan semua lelaki dewasa menikahi lebih dari satu perempuan karena Irak kekurangan kaum adam dalam perang menghadapi milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah). Disebutkan pula, istri menolak bakal dipenjara seumur hidup.

"Berita itu sama sekali tidak benar," kata Wakil Duta Besar Irak untuk Indonesia Khalil Ibrahim kepada Albalad.co melalui WhatsApp hari ini. Dia menolak menanggapi lebih lanjut soal berita bohong itu.

Dari hasil penelusuran Albalad.co, berita itu disebarluaskan melalui media sosial tanpa ada sumber aslinya. Tidak ada satu pun media besar dunia, termasuk the Guardian menjadi rujukan, memberitakan hal itu.

Padahal dalam kenyataannya, pasukan pemerintah Irak dibantu milisi Syiah berhasil mengusir ISIS dari Ramadi, ibu kota Provinsi Al-Anbar.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Ketambahan 1.881 kasus baru, jumlah penderita Covid-19 di Saudi jadi 87.142 orang

Pengidap Covid-19 di Makkah bertambah menjadi 15.595 orang, termasuk 224 meninggal.

Jalan di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, lengang dari kendaraan setelah jam malam diberlakukan sejak 23 Maret 2020. (Twitter)

Ketambahan 1.877 kasus baru, jumlah pengidap Covid-19 di Saudi jadi 85.261 orang

Penderita Covid-19 di Makkah meningkat menjadi 15.431 orang, termasuk 220 meninggal.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Ketambahan 1.618 kasus baru, jumlah penderita Covid-19 di Saudi jadi 83.384 orang

Pengidap Covid-19 di Makkah bertambah menjadi 15.272 orang, termasuk 215 meninggal.

Jalan di sekitar Masjid Al-Haram, Kota Makkah sepi dari kendaraan sejak Arab Saudi memberlakukan jam malam pada 23 Maret 2020. (Haramain Info)

Haji dan dilema Saudi

Ada tiga hal menjadi pertimbangan bagi Raja Salman atau Bin Salman untuk memutuskan jadi tidaknya pelaksanaan haji tahun ini.





comments powered by Disqus