kabar

Irak bantah ada kebijakan poligami karena darurat perang

"Berita itu sama sekali tidak benar," kata Wakil Duta Besar Irak untuk Indonesia Khalil Ibrahim kepada Albalad.co.

20 Januari 2016 02:47

Pemerintah Irak membantah ada kebijakan mewajibkan poligami lantaran darurat perang melanda negara Dua Sungai itu.

Awal pekan ini beredar luas di media sosial berita menyebut Perdana Menteri Irak Haidar al-Abadi mengeluarkan perintah tertanggal 6 Januari 2016. Dia mewajibkan semua lelaki dewasa menikahi lebih dari satu perempuan karena Irak kekurangan kaum adam dalam perang menghadapi milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah). Disebutkan pula, istri menolak bakal dipenjara seumur hidup.

"Berita itu sama sekali tidak benar," kata Wakil Duta Besar Irak untuk Indonesia Khalil Ibrahim kepada Albalad.co melalui WhatsApp hari ini. Dia menolak menanggapi lebih lanjut soal berita bohong itu.

Dari hasil penelusuran Albalad.co, berita itu disebarluaskan melalui media sosial tanpa ada sumber aslinya. Tidak ada satu pun media besar dunia, termasuk the Guardian menjadi rujukan, memberitakan hal itu.

Padahal dalam kenyataannya, pasukan pemerintah Irak dibantu milisi Syiah berhasil mengusir ISIS dari Ramadi, ibu kota Provinsi Al-Anbar.

Demonstran pada 10 Mei 2021 membakar pagar tembok Konsulat jenderal Iran di Kota Karbala, Irak. Mereka memprotes pembunuhan Ihab al-Wazni, aktivis antipemerintah terjadi di Karbala kemarin. (Screenshot)

Protes pembunuhan aktivis antipemerintah, demonstran bakar pagar Konsulat Iran di Karbala

Masyarakat Syiah di Irak memang terbelah dua, ada yang berkiblat ke Iran dan ada pula yang setia kepada pemimpin Syiah Irak Ayatullah Ali Sistani.

Jamaah umrah sedang bertanya kepada petugas keamanan. (Saudi Gazette)

Saudi umumkan haji akan digelar tapi belum jelas haji domestik atau internasional

Setelah pandemi Covid-19 meletup Maret tahun lalu, Saudi cuma membolehkan penduduk Saudi buat berhaji. Itu pun jumlahnya terbatas, seribu orang saja.

Alireza Fazeli Munfarid, pemuda Iran berumur 20 tahun, dibunuh keluarga setelah ketahuan dia menjadi gay. (Twitter)

Pemuda gay di Iran dibunuh keluarganya

Pasangan gay ketahuan bercinta diancam hukuman mati. Sedangkan mereka ketangkap berciuman, berpegangan tangan, dan saling perhatian akan dikenai hukuman cambuk di muka umum.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman kucilkan satu suku karena tolak proyek Kota Neom

"Tidak ada Internet, tidak ada saluran komunikasi," kata Alia.





comments powered by Disqus