kabar

Satu warga Arab Saudi buang setengah ton makanan setahun

Makanan terbuang tahun ini sekitar 14 juta ton.

24 Januari 2016 05:02

Kebiasaan buruk warga Arab Saudi membuang-buang makanan mendapat perhatian dari pihak istana. Menurut Menteri Pertanian Abdurrahman al-Fadli, Raja Salman bin Abdul Aziz telah memerintahkan pembentukan komite buat mengurangi tindakan mubazir itu.

Menurut hasil sebuah penelitian berjudul "Pengurangan Makanan Terbuang" disampaikan Wakil Menteri Pertanian Urusan Perkotaan dan Pedesaan Yusuf as-Saif dalam sebuah seminar, tiap orang di negara Kabah itu membuang 1,2-1,4 kilogram makanan sehari atau 511 kilogram setahun.

Sebuah penelitian terbaru memperkirakan pertumbuhan penduduk Arab Saudi bakal makin menambah jumlah makanan terbuang, dari 14 juta ton tahun ini menjadi 17,5 juta ton pada 2020. Biaya untuk mengumpulkan makanan sisa itu sekitar 360 juta riyal per tahun.

Biasanya makanan mubazir itu muncul saban kali selesai pesta pernikahan atau kegiatan digelar.

Syekh Saleh bin Humaid, imam sekaligus khatib di Masjid Al-Haram, Kota Makkah, bilang membuang makanan adalah dosa dan pelakunya mesti dihukum.

Ali Ahmad al-Mulla menjadi muazin Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, sejak 1975. (Screengrab)

Berkenalan dengan muazin Masjid Al-Haram

Ali Ahmad al-Mulla menjadi muazin Masjid Al-Haram sejak 1975.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman saat memimpin rapat Dewan Urusan Pembangunan dan Ekonomi di Istana As-Salam di Kota Jeddah, Arab Saudi, 22 Mei 2018. (SPA)

Anak Raja Salman masih hidup

Pangeran Muhammad bin Salman memimpin rapat Dewan Urusan Pembangunan dan Ekonomi Selasa lalu.

Demonstrasi menolak rencana pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Yerusalem berlangsung di Jakarta, 11 Mei 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Indonesia batalkan kebijakan visa bagi warga Israel

Israel memang tidak memiliki hubungan resmi dengan Indonesia, namun kedua negara menjalin hubungan ekonomi. Alhasil, warga Israel bisa berkunjung ke Indonesia menggunakan visa pelancong dan bisnis.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bom waktu di negara Kabah

Raja Salman sudah menanam bom waktu itu sejak April 2015, tiga bulan setelah dirinya naik takhta.





comments powered by Disqus