kabar

Dua serdadu elite Israel dipenjara karena tembak mati seekor unta

Pangkat keduanya diturunkan menjadi prajurit.

27 Januari 2016 07:47

Pengadilan militer Israel kemarin memenjarakan dua serdadu elite Israel lantaran menembak mati seekor unta di Tepi Barat.

Tentara menembak divonis empat bulan kurungan dan pangkatnya diturunkan menjadi prajurit. Seorang lagi, waktu kejadian berlangsung berada dalam mobil, dihukum dua bulan penjara dan pangkatnya juga dilorotkan menjadi prajurit.

"Hukuman itu menunjukkan beratnya kekejaman atas binatang, terutama ketika menggunakan senjata keluaran militer," kata IDF (Pasukan Pertahanan Israel) melalui pernyataan tertulis.

Kedua tentara itu adalah anggota unit infanteri elite Duvdevan. Polisi militer membekuk mereka pada 7 Desember 2015 setelah rekaman video pembunuhan unta itu tersebar luas.

Kejadian memalukan ini berlangsung saat mobil mereka tumpangi melintas di jalan di tengah gurun. Dalam rekaman video, tentara menyetir menembak ke arah seekor unta saat lewat, dan serdadu satunya lagi tertawa terbahak-bahak.

Para penyelidik menemukan bukti keduanya berusaha menghapus rekaman video itu namun tidak berhasil, seperti dilansir surat kabar Haaretz. Unta ditembak memakai pistol itu pun terbunuh.

Peristiwa mengenaskan ini terjadi akhir November lalu saat kedua tentara itu sedang cuti. Keduanya dijadwalkan mulai mengikuti pendidikan sebagai perwira Desember lalu.

Etti Altman, ketua Let the Animals Live, lembaga nirlaba soal hak-hak hewan di Israel, mendesak hukuman bagi kedua serdadu itu diperberat. "Di mana belas kasih mereka terhadap makhluk tidak berdaya?"

Demonstran pada 10 Mei 2021 membakar pagar tembok Konsulat jenderal Iran di Kota Karbala, Irak. Mereka memprotes pembunuhan Ihab al-Wazni, aktivis antipemerintah terjadi di Karbala kemarin. (Screenshot)

Protes pembunuhan aktivis antipemerintah, demonstran bakar pagar Konsulat Iran di Karbala

Masyarakat Syiah di Irak memang terbelah dua, ada yang berkiblat ke Iran dan ada pula yang setia kepada pemimpin Syiah Irak Ayatullah Ali Sistani.

Jamaah umrah sedang bertanya kepada petugas keamanan. (Saudi Gazette)

Saudi umumkan haji akan digelar tapi belum jelas haji domestik atau internasional

Setelah pandemi Covid-19 meletup Maret tahun lalu, Saudi cuma membolehkan penduduk Saudi buat berhaji. Itu pun jumlahnya terbatas, seribu orang saja.

Alireza Fazeli Munfarid, pemuda Iran berumur 20 tahun, dibunuh keluarga setelah ketahuan dia menjadi gay. (Twitter)

Pemuda gay di Iran dibunuh keluarganya

Pasangan gay ketahuan bercinta diancam hukuman mati. Sedangkan mereka ketangkap berciuman, berpegangan tangan, dan saling perhatian akan dikenai hukuman cambuk di muka umum.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman kucilkan satu suku karena tolak proyek Kota Neom

"Tidak ada Internet, tidak ada saluran komunikasi," kata Alia.





comments powered by Disqus