kabar

Israel izinkan lelaki dan perempuan berdoa bareng di Tembok Ratapan

Tempat berdoa bareng itu seluas hampir tiga ribu meter persegi dan bisa menampung sekitar 1.200 orang.

01 Februari 2016 10:58

Untuk pertama kali sejak negara Israel berdiri, lelaki dan perempuan diizinkan berdoa bareng di Tembok Ratapan, salah satu tempat paling disucikan bagi penganut Yudaisme. Kabinet negara Zionis itu mengumumkan keputusan bersejarah ini kemarin.

Tempat berdoa bersama lelaki dan perempuan bagi kelompok Yahudi non-Orthodoks ini berlokasi di ujung selatan Tembok Ratapan di Kota Tua, Yerusalem Timur, di bawah Kurva Robinson dan akan dibuka 24 jam sehari.

Area itu seluas hampir tiga ribu meter persegi dan bisa menampung sekitar 1.200 orang. Area ini berada di sepanjang 9,5 meter Tembok Ratapan, dikeramatkan karena diyakini merupakan peninggalan kuil suci Yahudi.

Pembangunan lokasi doa bersama itu diperkirakan membutuhkan waktu dua tahun dengan biaya enam juta pound sterling.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memuji rencana pembentukan area berdoa bareng itu sebagai solusi tepat. "Saya tahu ini sebuah isu sensitif dan saya berpikir itu sebuah solusi tepat, penyelesaian kreatif," katanya. "Masalah-masalah paling rumit biasanya memerlukan jenis solusi seperti ini."

Selama ini apapun aliran Yudaisme dianut, lelaki dan perempuan berdoa terpisah di Tembok Ratapan. Area berdoa buat kaum adam jauh lebih besar dibanding untuk yang perempuan.

Kalau kaum lelaki dibolehkan menyanyikan lagu-lagu pujian dan mengenakan tallit, hingga 2013 peziarah perempuan tidak boleh melakukan itu. "Kami bahkan ditanyai soal kitab doa kami bawa seolah itu sebuah senjata," ujar Shira Preus, juru bicara Women of the Wall.

Women of the Wall sudah 27 tahun mengkampanyekan persamaan hak berdoa di Tembok Ratapan antara lelaki dan perempuan. Kelompok ini saban bulan menggelar protes di depan Tembok Ratapan dan selalu berakhir dengan penangkapan.

Ribuan umat Yahudi tiap hari berdoa di Tembok Ratapan. Mereka menyelipkan kertas berisi doa kepada Tuhan di sela rekahan dinding.

The Israel Religious Action Centre dan the Israel Movement for Reform and Progressive Judaism memuji kesepakatan itu sebagai sebuah hal bersejarah. "Selama beberapa dekade, Israel memberikan kewenangan agama penuh atas Kotel (Tembok Ratapan dalam bahasa Ibrani) kepada Yudaisme Orthodoks dan ultra-Orthodoks. Aturan itu akan berubah," tutur Rabbi Noa Sattah dan Rabbi Gilad Kariv lewat pernyataan bersama.

Daniella Goldberg, 79 tahun, selamat dari sebongkah batu tembok Ratapan jatuh pada 23 Juli 2018. (Screenshot Hadashot TV)

Demi keamanan, peziarah Yahudi diminta berdoa lima meter dari Tembok Ratapan

"Seluruh bagian Tembok Ratapan adalah zona berbahaya. Batunya bisa jatuh kapan saja," ujar Dvira.

Daniella Goldberg, 79 tahun, selamat dari sebongkah batu tembok Ratapan jatuh pada 23 Juli 2018. (Screenshot Hadashot TV)

Ahli arkeologi peringatkan Tembok Ratapan bisa ambruk kapan saja

Sebongkah batu Tembok Ratapan ambruk kemarin pagi beratnya sekitar seratus kilogram.

Sebongkah batu Tembok Ratapan jatuh pada 23 Juli 2018. (Western Wall Heritage Foundation)

Sebongkah batu Tembok Ratapan jatuh

Sebuah penelitian pada 2004 menyebutkan sebagian Tembok Ratapan mengalami erosi seratus kali lebih cepat ketimbang bagian lainnya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (bbc.com)

Knesset sahkan beleid Israel negara bagi bangsa Yahudi

Undang-undang itu juga menyatakan Ibrani bahasa resmi di negara Zionis itu.





comments powered by Disqus