kabar

ISIS penggal kepala remaja 14 tahun karena tidak salat Jumat

Orang tua korban dipaksa menonton pemancungan itu.

05 Februari 2016 08:36

Milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) di Jarablus, kota di utara Suriah berbatasan dengan Turki, Sabtu pekan lalu memenggal seorang remaja lelaki 14 tahun lantaran tidak salat Jumat.

Karena kesalahannya itu, ISIS menghukum mati remaja tidak disebut identitasnya ini atas dakwaan murtad.

Aktivis setempat Nasir Taljbini bilang pemancungan itu berlangsung di tempat terbuka disaksikan lusinan orang. "Termasuk orang tua korban dipaksa menyaksikan pemenggalan kepala anak mereka," katanya kepada ARA News.

Jarablus termasuk salah satu rute masuknya jihadis asing dari Turki ke Suriah. Pasukan Kurdi bulan lalu menggempur militan ISIS dengan mortir dan artileri.

"Jika kami berhasil mengambil alih Jarablus, kami bisa memblokir salah satu rute utama masuknya teroris asing dari Turki ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS," ujar Nuraddin Gabani, juru bicara milisi Kurdi YPG (Pasukan Perlindungan Rakyat).

Suasana di pelataran Masjid Al-Haram, Kota Makkah, setelah Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz memerintahkan isolasi terhadap kota Makkah, Madinah, Riyadh pada 25 Maret 2020. (Haramain Info)

ISIS kecam ulama Saudi mengizinkan penutupan masjid buat cegah Covid-19

Mulai besok, Saudi mencabut larangan salat berjamaah di smeua masjid kecuali di Kota Makkah.

Wilayah dikuasai ISIS. (govexec.com)

Irak tangkap pentolan ISIS tadinya dijagokan jadi pengganti Baghdadi

Seperti Baghdadi, Qardasy juga pernah mendekam dalam penjara militer Amerika Serikat di Irak. 

Struktur kepemimpinan ISIS. (washingtonpost.com)

Perjalanan jatuh bangun ISIS

Pada Desember 2017, Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki mengumumkan kemenangan atas ISIS setelah kelompok bersenjata ini kehilangan 95 persen wilayah kekuasannya, termasuk Mosul di Irak dan Raqqah di Suriah.

Daftar nama warga Indonesua terkait ISIS di kamp Ain Isa. (Rojava Information Center)

Kurdi tidak akan adili keluarga jihadis ISIS asing

"Yang akan diadili hanya jihadis lelaki dan sebagian kecil perempuan. Jumlah mereka seribuan orang," kata Robin Fleming.





comments powered by Disqus