kabar

KBRI Riyadh belum bisa temui warga Indonesia ditahan atas tuduhan terorisme

Padahal sudah ditahan lebih dari sepekan.

07 Februari 2016 17:00

Hingga kini pihak KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, belum bisa menemui warga Indonesia telah ditahan lebih dari sepekan di negara Kabah itu atas tuduhan terorisme.

Kuasa Usaha KBRI di Riyadh Sunarko mengakui pihaknya belum memperoleh data soal warga Indonesia itu, termasuk keterlibatannya. "Kami masih mengupayakan memperoleh akses kekonsuleran kepada otoritas Arab Saudi," katanya kepada Albalad.co melalui WhatsApp hari ini.

Warga Indonesia belum diketahui identitasnya itu ditangkap bareng puluhan orang lainnya karena diduga terlibat kegiatan terorisme. Namun sampai sekarang Riyadh belum mengumumkan daftar para tersangka itu.

Dihubungi terpisah Kamis lalu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bilang sudah memperoleh identitas warga Indonesia itu. "Mohon maaf, kami belum dapat menyampaikan nama," ujarnya.

Pihak KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, baru mencari tahu masalah ini setelah kasus penangkapan 33 orang, termasuk satu dari Indonesia itu, dilansir media setempat. "Sedang dikoordinasikan oleh perwakilan RI di Arab Saudi dengan otoritas setempat. Kami belum mendapatkan informasi," tutur Retno saat ditanya Albalad.co Senin lalu.

Arab Saudi memang tengah giat memberantas terorisme. Apalagi Jumat pekan lalu terjadi serangan teror terhadap jamaah Syiah tengah salat Jumat di Masjid Imam Rida di Al-Ahsa, timur Saudi. Dua insiden serupa atas masjid Syiah juga terjadi di negeri Dua Kota Suci itu tahun lalu dan ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) mengaku bertanggung jawab.

Seorang lelaki Turki tengah menghancurkan sejumlah telepon seluler menggunakan palu. (Youtube)

Patuhi seruan Erdogan, warga Turki hancurkan iPhone

Dalam video lainnya, seorang bocah lelaki membuang seplastik Coca Cola ke dalam jamban.

Pastor Andrew Brunson. (Yeni Safak)

Pengadilan Turki tolak bebaskan Pastor Andrew Brunson

Pastor Brunson menjadi pangkal memburuknya hubungan Turki-Amerika, setelah Ankara menolak permintaan Washington DC agar dia dibebaskan.

Syekh Salman al-Audah. (Twitter)

Arab Saudi adili ulama tersohor secara rahasia

Arab Saudi menahan Syekh Salman dan Syekh Awad al-Qarni sejak September tahun lalu.

Pengungsi Palestina di Yordania. (Middle East Monitor)

Arab Saudi tolak beri visa haji bagi pengungsi Palestina di Yordania

Penolakan ini atas instruksi dari pemerintah Yordania.





comments powered by Disqus