kabar

Larangan masuk Starbucks di Arab Saudi hanya sementara

Setelah proses renovasi selesai, kaum hawa boleh datang ke gerai Starbucks dimaksud di Riyadh.

07 Februari 2016 17:30

Pihak Starbucks menegaskan larangan masuk bagi perempuan di salah satu gerai mereka di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, bersifat sementara. Batasan ini bakal dicabut setelah dinding pemisah antara lelaki dan perempuan di kedai kopi Starbucks dimaksud sudah selesai dibangun.

Seorang juru bicara Starbucks bilang kedai kopi itu tengah direnovasi agar pengunjung individu dan keluarga bisa datang sesuai tradisi setempat. "Renovasi ini dijadwalkan selesai dalam dua pekan," katanya.

Starbucks menjelaskan polisi syariah Riyadh memerintahkan mereka melarang perempuan masuk ke salah satu kedai kopi mereka setelah ditemukan batas pemisah antara lelaki dan perempuan roboh.

Kedai kopi Starbucks itu lantas memasang pengumuman di jendela toko mereka dalam bahasa Inggris dan Arab. Bunyinya: "Mohon maaf, perempuan dilarang masuk. Suruh sopir Anda untuk membeli pesanan. Terima kasih."

Hal ini memicu kontroversi. Seorang perempuan menulis di Twitter, "Kedai Starbucks di Riyadh menolak melayani saya karena saya perempuan dan meminta saya menyuruh seorang lelaki untuk membeli pesanan."

Atas nama pelaksanaan syariat Islam, lelaki dan perempuan bukan muhrim di Arab Saudi mesti dipisahkan di tempat umum. Bahkan kaum hawa mesti minta izin muhrimnya untuk bekerja, bepergian, bersekolah, menikah, atau bahkan pergi berobat. Kaum hawa di Arab Saudi juga tidak boleh menyetir atau membuka rekening bank.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Ketambahan 1.881 kasus baru, jumlah penderita Covid-19 di Saudi jadi 87.142 orang

Pengidap Covid-19 di Makkah bertambah menjadi 15.595 orang, termasuk 224 meninggal.

Jalan di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, lengang dari kendaraan setelah jam malam diberlakukan sejak 23 Maret 2020. (Twitter)

Ketambahan 1.877 kasus baru, jumlah pengidap Covid-19 di Saudi jadi 85.261 orang

Penderita Covid-19 di Makkah meningkat menjadi 15.431 orang, termasuk 220 meninggal.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Ketambahan 1.618 kasus baru, jumlah penderita Covid-19 di Saudi jadi 83.384 orang

Pengidap Covid-19 di Makkah bertambah menjadi 15.272 orang, termasuk 215 meninggal.

Jalan di sekitar Masjid Al-Haram, Kota Makkah sepi dari kendaraan sejak Arab Saudi memberlakukan jam malam pada 23 Maret 2020. (Haramain Info)

Haji dan dilema Saudi

Ada tiga hal menjadi pertimbangan bagi Raja Salman atau Bin Salman untuk memutuskan jadi tidaknya pelaksanaan haji tahun ini.





comments powered by Disqus