kabar

Iran larang perayaan Hari Valentine

Bulan lalu Iran melarang pemakaian kata 'anggur'.

14 Februari 2016 15:26

Pemerintah Iran telah melarang rakyatnya merayakan Hari Valentine. Mereka beralasan ikut-ikutan memperingati Hari Kasih Sayang sama saja menyokong budaya bobrok dari Barat.

Kepolisian negara Mullah itu sejak Jumat lalu telah memperingatkan para pemilik toko untuk tidak menjual hadiah, suvenir, atau kartu berhubungan dengan Hari Valentine. Restoran, kedai kopi, dan toko-toko es krim juga sudah diberitahu untuk mencegah ada kumpulan anak-anak muda berlainan jenis saling bertukar hadiah atau kartu Hari Valentine.

Hari Valentine, dirayakan saban 14 Februari, juga populer di Timur Tengah. Tradisi ini dilakukan setelah kematian pemuka agama Kristen bernama Santo Valentinus.

"Simbol-simbol hati, setengah hati, mawar merah, dan segala kegiatan mempromosikan hari ini (Hari Valentine) dilarang," tulis media pemerintah. "Pihak berwenang bakal mengambil langkah hukum terhadap siapa saja melanggar larangan ini."

Arab Saudi juga mengharamkan perayaan Hari Valentine.

Bulan lalu Iran melarang pemakaian kata 'anggur' dan nama-nama hewan asing.

Warga Libanon berunjuk rasa pada 14 Mei 2021 di wilayah Metula, perbatasan Libanon-Israel, menentang Perang Gaza. (Telegram)

Satu pemuda Libanon luka ditembak tentara Israel akhirnya wafat

Muhammad Qasim Tahhan disebut sebagai tentara cadangan Hizbullah.

Demonstran pada 10 Mei 2021 membakar pagar tembok Konsulat jenderal Iran di Kota Karbala, Irak. Mereka memprotes pembunuhan Ihab al-Wazni, aktivis antipemerintah terjadi di Karbala kemarin. (Screenshot)

Protes pembunuhan aktivis antipemerintah, demonstran bakar pagar Konsulat Iran di Karbala

Masyarakat Syiah di Irak memang terbelah dua, ada yang berkiblat ke Iran dan ada pula yang setia kepada pemimpin Syiah Irak Ayatullah Ali Sistani.

Jamaah umrah sedang bertanya kepada petugas keamanan. (Saudi Gazette)

Saudi umumkan haji akan digelar tapi belum jelas haji domestik atau internasional

Setelah pandemi Covid-19 meletup Maret tahun lalu, Saudi cuma membolehkan penduduk Saudi buat berhaji. Itu pun jumlahnya terbatas, seribu orang saja.

Alireza Fazeli Munfarid, pemuda Iran berumur 20 tahun, dibunuh keluarga setelah ketahuan dia menjadi gay. (Twitter)

Pemuda gay di Iran dibunuh keluarganya

Pasangan gay ketahuan bercinta diancam hukuman mati. Sedangkan mereka ketangkap berciuman, berpegangan tangan, dan saling perhatian akan dikenai hukuman cambuk di muka umum.





comments powered by Disqus