kabar

Buat pertama kali, sekolah di Mesir ajarkan soal perjanjian damai dengan Israel

Buku sejarah Mesir modern ini juga memuat soal kepemimpinan singkat Presiden Muhammad Mursi (2012-2013) dari kelompok Al-Ikhwan al-Muslimun.

18 Februari 2016 17:43

Perjanjian damai diteken Mesir dan Israel pada 1979 di Camp David, Amerika Serikat, untuk pertama kali diajarkan di sekolah-sekolah di Mesir, seperti dilansir Army Radio Selasa lalu.

Stasiun radio asal Israel ini bilang seorang reporter telah membaca buku pelajaran baru soal sejarah modern negara Nil itu, termasuk mengenai bab tentang Perjanjian Camp David.

Kesepakatan damai bersejarah itu digambarkan sebagai sebuah kenyataan tanpa ada bias atau segala upaya untuk menggambarkan Israel secara negatif.

Buku pelajaran sekolah tentang sejarah Mesir modern itu ditujukan bagi pelajar kelas sembilan atau kelas 1 SMP. Buku ini menyajikan delapan pasal dalam perjanjian secara rinci. Di dalamnya terdapat kalimat berbunyi, "Israel dan Mesir mengakhiri perang" serta "Kedua pihak menghargai kedaulatan dan kemerdekaan masing-masing pihak."

Mesir menjadi negara Arab pertama membina hubungan diplomatik dengan negara Zionis itu, disusul Yordania pada 1994. Situasi terus berubah. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu Ahad lalu bilang negaranya telah menjalin hubungan rahasia dengan sejumlah negara Arab. Dia menambahkan kebanyakan negara Arab moderat tidak lagi menganggap Israel sebagai musuh.

Buku itu juga menulis soal pembunuhan Presiden Mesir Anwar Sadat, penandatangan Perjanjian Camp David dan menjadi pemimpin Arab pertama berpidato di Knesset (parlemen Israel). Tapi buku ini tidak menyebut dia dibunuh oleh aktivis menolak kesepakatan damai itu.

Para pengarang buku itu menekankan Sadat dan Perdana Menteri Israel Menachem Begin memenangkan hadiah Nobel Perdamaian karena meneken Perjanjian Camp David. "Alasan kedua menang karena upaya keras mereka lakukan dalam mencapai perdamaian di Timur Tengah," ujar buku itu.

Penerbitan buku baru sejarah Mesir modern ini bagian dari reformasi isi buku-buku pelajaran sekolah untuk semua tingkatan, diumumkan Kementerian Pendidikan Mesir dua tahun lalu. Menurut Army Radio, sekitar 1.300 buku pelajaran diubah isinya dan dalam sejumlah kasus perubahan dilakukan atas motif politik.

Termasuk perubahan atas peran mantan Presiden Mesir Husni Mubarak sebagai panglima angkatan udara Mesir saat Perang Yom Kippur pada 1973, tidak lagi dilebih-lebihkan. Mubarak lengser setelah 30 tahun berkuasa lewat unjuk rasa massal pada 2011.

Buku sejarah Mesir modern itu juga mengupas mengenai kepemimpinan Presiden Muhammad Mursi (2012-2013) dari kelompok Al-Ikhwan al-Muslimun. Dia pun turun melalui kudeta militer dilancarkan Abdil Fattah as-Sisi - kini menjabat presiden. Sisi akhirnya menyatakan Al-Ikhwan sebagai organisasi terlarang di negeri Piramida itu.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bom waktu di negara Kabah

Raja Salman sudah menanam bom waktu itu sejak April 2015, tiga bulan setelah dirinya naik takhta.

Pangeran Khalid bin Farhan dari Arab Saudi, mendapat suaka politik di Jerman sejak 2013. (Middle East Eye)

Pangeran Arab Saudi serukan kudeta terhadap Raja Salman

"Kalau Ahmad dan Muqrin bersatu, saya yakin 99 persen anggota keluarga kerajaan, pasukan keamanan, dan tentara akan mendukung mereka," kata Pangeran Khalid, mendapat suaka politik di Jerman sedari 2013.

Suasana dalam kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem di hari pertama Ramadan, 17 Mei 2018. (Albalad.co)

Rabat batalkan rencana kota kembar dengan Guatemala karena pindahkan kedutaan ke Yerusalem

Guatemala baru membuka kedutaan besarnya di Ibu Kota Rabat, Maroko, November tahun lalu.

Dea, 2 tahun, menghadiri Aksi Islam Bela Al-Aqsa bareng ibunya di lapangan Monumen Nasional, Jakarta, 11 Mei 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Israel danai pemindahan Kedutaan Guatemala ke Yerusalem

Paraguay menyusul jejak Amerika dan Guatemala pekan depan.





comments powered by Disqus