kabar

Imam besar Al-Azhar kunjungi Indonesia

Syekh Ahmad Thayyib dijadwalkan pula bertemu presiden, wakil presiden, dan MUI.

21 Februari 2016 15:34

Syekh Ahmad Muhammad Ahmad ath-Thayyib, Imam Besar Al-Azhar dari Kairo, Mesir, bareng rombongan Majelis Hukama al-Muslimin malam ini tiba di Jakarta melalui Bandar Udara Halim Perdanakusumah.

"Rombongan beliau berjumlah sekitar 30 orang," kata Sekretaris Jenderal IAAI (Ikatan Alumni Al-Azhar Indonesia) Muchlis M. Hanafi saat dihubungi Albalad.co melalui telepon WhatsApp malam ini. Namun dia tidak bisa menjelaskan lebih lanjut lantaran sedang menunggu kedatangan rombongan Syekh Ahmad Thayyib di Halim.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin juga ikut menyambut ketibaan pemimpin tertinggi Al-Azhar, lembaga pendidikan Islam tertua di dunia.

Selama di Indonesia, menurut Muchlis, Syekh Ahmad Thayyib bakal memberikan kuliah umum dan bertemu alumni Al-Azhar di kampus Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta, seperti dilansir siaran pers Kementerian Agama.

Dia dijadwalkan pula meninjau Pusat Studi Al-Quran (PSQ) pimpinan Quraish Shihab, juga menjadi perwakilan Indonesia di Majelis Hukama al-Muslimin dan meninjau Masjid Al-Azhar di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Syekh Ahmad Thayyib akan menerima gelar doktor kehormatan dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, Malang, Jawa Timur. Mengakhiri kunjungannya di Indonesia, dia bakal mengadakan pertemuan dengan keluarga besar pondok modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, sekaligus membuka perayaan 90 tahun pondok itu.

Dia juga akan bertemu Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan pimpinan Majelis Ulama Indonesia. "Syekh Ahmad Thayyib beserta rombongan dijadwalkan kembali ke Mesir Jumat pagi," ujar Muchlis.

Demonstran pada 10 Mei 2021 membakar pagar tembok Konsulat jenderal Iran di Kota Karbala, Irak. Mereka memprotes pembunuhan Ihab al-Wazni, aktivis antipemerintah terjadi di Karbala kemarin. (Screenshot)

Protes pembunuhan aktivis antipemerintah, demonstran bakar pagar Konsulat Iran di Karbala

Masyarakat Syiah di Irak memang terbelah dua, ada yang berkiblat ke Iran dan ada pula yang setia kepada pemimpin Syiah Irak Ayatullah Ali Sistani.

Jamaah umrah sedang bertanya kepada petugas keamanan. (Saudi Gazette)

Saudi umumkan haji akan digelar tapi belum jelas haji domestik atau internasional

Setelah pandemi Covid-19 meletup Maret tahun lalu, Saudi cuma membolehkan penduduk Saudi buat berhaji. Itu pun jumlahnya terbatas, seribu orang saja.

Alireza Fazeli Munfarid, pemuda Iran berumur 20 tahun, dibunuh keluarga setelah ketahuan dia menjadi gay. (Twitter)

Pemuda gay di Iran dibunuh keluarganya

Pasangan gay ketahuan bercinta diancam hukuman mati. Sedangkan mereka ketangkap berciuman, berpegangan tangan, dan saling perhatian akan dikenai hukuman cambuk di muka umum.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman kucilkan satu suku karena tolak proyek Kota Neom

"Tidak ada Internet, tidak ada saluran komunikasi," kata Alia.





comments powered by Disqus