kabar

Tolak ceraikan istri, ahli fisika Israel divonis dikucilkan

Oded Guez tidak boleh dihormati, dilarang diterima ketika bertamu, tidak diizinkan ke sinagoge, atau bahkan diperiksa dokter dan dijenguk saat dia sakit.

22 Februari 2016 21:31

Pengadilan tinggi agama Yahudi di Kota Yerusalem pekan lalu memvonis seorang ahli fisika karena menolak menceraikan istrinya selama empat tahun terakhir. Dia dihukum dikucilkan dan pengadilan memerintahkan publikasi nama, foto, dan biodatanya.

Vonis ini tidak lazim dikeluarkan pengadilan rabbinik, seperti dilansir Yediot Ahronot Jumat pekan lalu. Hukuman pembuangan atas Oded Guez, ahli fisika di Universitas Bar Ilan, Ibu Kota Tel Aviv, Israel, itu disebut herem.

Surat kabar Haaretz melaporkan pihak Universitas Bar Ilan mengakui sudah memecat Guez tahun lalu.

Surat perintah pengucilan itu menyebutkan Guez tidak boleh dihormati, dilarang diterima ketika bertamu, tidak diizinkan ke sinagoge, atau bahkan diperiksa dokter dan dijenguk saat dia sakit. "Hukuman ini berlaku sampai dia tidak keras kepala lagi dan bersedia menceraikan istrinya."

Hukuman pengucilan itu dikeluarkan setelah Guez tidak muncul dalam sidang banding. Dia menggugat keputusan pengadilan agama tahun lalu memerintahkan publikasi namanya.

Tidak ada penjelasan kenapa Guez menolak menceraikan istrinya. Juga tak ada keterangan soal alasan istrinya meminta cerai.

Menurut ajaran Yudaisme, perempuan tidak dicerai oleh suaminya disebut agunot. Mereka tidak boleh menikah lagi sesuai hukum Yahudi orthodoks.

Suasana dalam kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem di hari pertama Ramadan, 17 Mei 2018. (Albalad.co)

Rabat batalkan rencana kota kembar dengan Guatemala karena pindahkan kedutaan ke Yerusalem

Guatemala baru membuka kedutaan besarnya di Ibu Kota Rabat, Maroko, November tahun lalu.

Dea, 2 tahun, menghadiri Aksi Islam Bela Al-Aqsa bareng ibunya di lapangan Monumen Nasional, Jakarta, 11 Mei 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Israel danai pemindahan Kedutaan Guatemala ke Yerusalem

Paraguay menyusul jejak Amerika dan Guatemala pekan depan.

Ulama Syiah berpengaruh asal Irak Muqtada Sadr bertemu Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman di Kota Jeddah, Arab Saudi, 30 Juli 2017. (Supplied)

Muqtada Sadr menangi pemilihan umum Irak

Dia merupakan putra dari ulama berpengaruh Muhammad Sadiq as-Sadr, dibunuh lantaran menentang rezim Saddam Husain.

Gerbang Kota Mosul, utara Irak. (Rudaw)

Lajang di Mosul susah kawin

Masyarakat Mosul umumnya konservatif. Bahkan sebelum ISIS bercokol di sana, jarang ada perempuan masih hidup sendirian ketika usia sudah menginjak kepala dua.





comments powered by Disqus