kabar

Baghdad kota paling tidak layak ditinggali

Kota terbaik untuk ditinggali di planet ini adalah Wina, ibu kota Austria.

25 Februari 2016 08:11

Ibu Kota Baghdad, Irak, tahun lalu menjadi tempat paling tidak layak ditinggali di dunia, menurut survei tahunan ke-18 berjudul Kualitas Hidup oleh lembaga nirlaba Mercer.

Baghdad menduduki posisi buncit dalam daftar, yakni ke-230. Sedangkan kota terbaik untuk ditinggali di planet ini adalah Wina, ibu kota Austria.

Meski milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) belum mencaplok Baghdad, namun serangan bom bunuh diri atau bom mobil kerap terjadi di sana. Kelompok militan dipimpin Abu Bakar al-Baghdadi itu berpusat di Mosul, kota terbesar kedua di Irak.

Daftar sepuluh kota paling tidak layak ditinggali:

Baghdad, Irak (230) Bangui, Republik Afrika Tengah (229) Sanaa, Yaman (228) Port-au-Prince, Haiti (227) Khartum, Sudan (226) N'Djamena, Chad (225) Damaskus, Suriah (224) Brazzaville, Kongo (223) Kinshasa, Republik Demokratik Kongo (222) Konakry, Republik Guinea (221)

Daftar sepuluh kota paling layak ditinggali:

Wina, Austria (1) Zurich, Swiss (2) Auckland, Selandia Baru (3) Munich, Jerman (4) Vancouver, Kanada (5) Dusseldorf, Jerman (6) Frankfurt, Jerman (7) Jenewa, Swiss (8) Kopenhagen, Denmark (9) Sydney, Australia (10)

Jenderal Ghodratullah Mansuri dari Iran tewas tertembak saat membersihkan pistolnya. (Twitter)

Jenderal Iran tewas tertembak saat bersihkan pistol

Mansuri terlibat dalam perang melawan ISIS.

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel Letnan Jenderal Gadi Eizenkot. (mfa.gov.il)

Panglima angkatan bersenjata Israel kunjungi UEA

"Saat ini, Arab Saudi adalah sekutu terdekat Israel dalam semua isu regional dan internasional," kata Friedman.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Senat Amerika sepakat anak Raja Salman terlibat pembunuhan Khashoggi

Senat juga mengesahkan resolusi meminta Amerika menghentikan keterlibatannya dalam Perang Yaman dimotori Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Konglomerat Arab Saudi berdarah Ethiopia Muhammad al-Amudi. (Arabian Business)

Arab Saudi akan adili konglomerat Muhammad al-Amudi atas dakwaan korupsi dan suap

Perdana Menteri Abi Ahmad meminta Al-Amudi dibebaskan saat mengunjungi Arab Saudi Mei lalu.





comments powered by Disqus