kabar

Akui atheis lewat Twitter, lelaki Saudi divonis 10 tahun penjara dan dua ribu cambukan

Undang-undang dirilis pada 2014 menetapkan atheis sebagai teroris.

27 Februari 2016 16:13

Sebuah pengadilan di Arab Saudi telah memvonis seorang lelaki tidak disebutkan identitasnya hukuman sepuluh tahun penjara, dua ribu kali cambukan, dan denda 20 ribu riyal karena telah mengaku atheis lewat Twitter.

Al-Watan melansir pria 28 tahun itu menolak bertobat. Dia bilang ratusan cuitannya di Twitter menggambarkan keyakinannya dan dia berhak mengutarakan itu.

Polisi syariah bertugas memantau media sosial mengungkapkan lelaki itu menulis lebih dari 600 cuitan. Isinya seputar bantahan adanya Tuhan, ejekan terhadap ayat-ayat Al-Quran, serta tudingan semua nabi palsu dan ajaran mereka mendorong ke arah permusuhan.

Pada 2014, semasa Raja Abdullah bin Abdul Aziz berkuasa, negara Kabah itu mengeluarkan serangkaian undang-undang baru menetapkan penganut atheis sebagai teroris, menurut sebuah laporan dirilis Human Rights Watch.

Pasal pertama dalam beleid baru itu menyatakan menyerukan atheisme dalam segala bentuk dan mempertanyakan hal-hal mendasar mengenai Islam merupakan tindakan terorisme.

"Pemerintah Saudi memang tidak pernah membiarkan kritik atas kebijakan-kebijakan mereka," kata Joe Stork, Wakil Direktur Human Rights Watch Urusan Timur Tengah dan Afrika Utara. "Namun sejumlah undang-undang baru telah menjadikan hampir semua pernyataan kritis atau perkumpulan independen sebagai kejahatan terorisme."

Warga Libanon berunjuk rasa pada 14 Mei 2021 di wilayah Metula, perbatasan Libanon-Israel, menentang Perang Gaza. (Telegram)

Satu pemuda Libanon luka ditembak tentara Israel akhirnya wafat

Muhammad Qasim Tahhan disebut sebagai tentara cadangan Hizbullah.

Demonstran pada 10 Mei 2021 membakar pagar tembok Konsulat jenderal Iran di Kota Karbala, Irak. Mereka memprotes pembunuhan Ihab al-Wazni, aktivis antipemerintah terjadi di Karbala kemarin. (Screenshot)

Protes pembunuhan aktivis antipemerintah, demonstran bakar pagar Konsulat Iran di Karbala

Masyarakat Syiah di Irak memang terbelah dua, ada yang berkiblat ke Iran dan ada pula yang setia kepada pemimpin Syiah Irak Ayatullah Ali Sistani.

Jamaah umrah sedang bertanya kepada petugas keamanan. (Saudi Gazette)

Saudi umumkan haji akan digelar tapi belum jelas haji domestik atau internasional

Setelah pandemi Covid-19 meletup Maret tahun lalu, Saudi cuma membolehkan penduduk Saudi buat berhaji. Itu pun jumlahnya terbatas, seribu orang saja.

Alireza Fazeli Munfarid, pemuda Iran berumur 20 tahun, dibunuh keluarga setelah ketahuan dia menjadi gay. (Twitter)

Pemuda gay di Iran dibunuh keluarganya

Pasangan gay ketahuan bercinta diancam hukuman mati. Sedangkan mereka ketangkap berciuman, berpegangan tangan, dan saling perhatian akan dikenai hukuman cambuk di muka umum.





comments powered by Disqus