kabar

Anggota parlemen Mesir dilempar sepatu karena makan malam dengan duta besar Israel

"Saya melakukan itu karena saya anggota parlemen dan wakil rakyat," kata Kamal Ahmad.

29 Februari 2016 09:16

Rapat parlemen Mesir kemarin pagi gaduh. Anggota parlemen tertua, Kamal Ahmad, melempar sepatu ke arah koleganya, Taufik Ukasyah. Gara-gara kejadian itu, sidang parlemen ditunda sepuluh menit, seperti dilansir kantor berita resmi MENA.

Insiden itu terjadi lantaran Kamal marah dengan pertemuan Taufik dan Duta Besar Israel untuk Mesir Haim Korem Rabu pekan lalu. Keduanya berjumpa dalam acara makan malam di kediaman Taufik, membahas kerja sama politik, perdagangan, dan pertanian kedua negara.

Mesir memang memiliki hubungan diplomatik dengan Israel setelah kedua negara meneken Perjanjian Camp David pada 1979. Namun interaksi langsung dengan negara Zionis itu masih menjadi pantangan bagi rakyat Mesir.

Kontroversi meletup setelah Korem mengunggah foto pertemuan keduanya sehari kemudian di laman Facebook Kedutaan Besar Israel. Sejumlah anggota parlemen lain dan para pengamat mengkritik pula pertemuan itu.

Seorang anggota parlemen menyebut konsultasi Taufik dan Korem sebagai pelacuran politik. Parlemen Mesir akhirnya membentuk sebuah komite untuk menyelidiki kasus ini.

Kamal bilang Taufik pantas mendapatkan lemparan 90 juta sepatu. Dia bahkan berniat menembak rekan kerjanya itu. "Saya melakukan itu karena saya anggota parlemen dan wakil rakyat," katanya, seperti dikutip Yediot Ahronot. "Saban kali saya melihat dia, saya ingin melempar dia pakai sepatu."

Taufik bilang dia berharap pertemuannya itu bisa merekrut Israel sebagai mediator dalam konflik Mesir dengan Ethiopia soal proyek waduk raksasa. Kairo khawatir pembangunan bendungan itu bisa mengurangi pasokan air Sungai Nil ke Mesir, seperti dilaporkan the Egyptian Independent.

Ketua parlemen menegur Kamal. Dia mengatakan tindakannya terhadap Taufik tidak pantas.

Sultan Oman Qabus bin Said melakukan pembicaraan bilateral dengan tamunya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, di Ibu Kota Muskat, Oman, 26 Oktober 2018. (Courtesy)

Buat singkirkan Netanyahu, partai-partai Arab rekomendasikan Gantz jadi perdana menteri Israel

"Bagi kami, hal terpenting adalah menyingkirkan Benjamin Netanyahu dari kekuasaan," kata pemimpin Joint List Aiman Audah.

Rumah Keluarga Ibrahim, berisi masjid, gereja, dan sinagoge, bakal dibangun di Pulau Saadiyat, Uni Emirat Arab. (Gulf Business)

UEA bangun sinagoge pertama

Pembangunan sinagoge perdana di UEA ini berlangsung saat negara itu tengah menjalin hubungan baik dengan Israel, negara dengan komunitas Yahudi terbesar sejagat.

Jenderal Abdil Fatah as-Sisi bertemu Presiden Muhammad Mursi. (en.nasimonline.ir)

Revolusi meletup lagi di Mesir

Demonstrasi berlangsung sejak kemarin sudah menyebar ke seantero negara Nil itu.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Ketegangan dengan Iran meningkat, Saudi uji coba sirene tanda ada serangan udara

Bin Salman stres berat mengetahui dampak serangan terhadap dua fasilitas Aramco itu. "Dia sampai menenggak lebih banyak obat penenang," kata sumber Albalad.co dalam lingkungan istana.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Buat singkirkan Netanyahu, partai-partai Arab rekomendasikan Gantz jadi perdana menteri Israel

"Bagi kami, hal terpenting adalah menyingkirkan Benjamin Netanyahu dari kekuasaan," kata pemimpin Joint List Aiman Audah.

23 September 2019
UEA bangun sinagoge pertama
22 September 2019
Revolusi meletup lagi di Mesir
21 September 2019

TERSOHOR