kabar

Jabhat Nusrah pernah tangkap mahasiswa Indonesia di Suriah

Najih memastikan hingga kini tidak ada mahasiswa atau alumni Suriah bergabung dengan ISIS atau Jabhat Nusrah.

29 Februari 2016 10:37

Jabhat Nusrah, sayap Al-Qaidah di Suriah, pernah menangkap seorang mahasiswa Indonesia tengah kuliah di negara itu.

"Kejadiannya Agustus 2015, menimpa Ibu Navis, mahasiswa asal Universitas Damaskus," kata Wakil Sekretaris Jenderal Al-Syami (Ikatan Alumni Syam Indonesia) Najih Ramadhan kepada Albalad.co melalui WhatsApp hari ini. Dia menambahkan Ibu Navis - hingga kini masih kuliah - ditahan saat sedang dalam perjalanan menuju Kota Aleppo di utara Suriah.

Najih menceritakan Ibu Navid waktu itu pergi ke sana sendirian untuk berziarah. Dia menumpang bus umum dan seperti biasa diperiksa saban melewati pos pemeriksaan.

Ketika bus dia tumpangi berhenti di pos pemeriksaan Jabhat Nusrah, Ibu Navis sempat ditahan tiga jam untuk diinterogasi. Dia sempat diminta bergabung namun menolak. "Dia kemudian dilepaskan karena statusnya sebagai pelajar," ujar Najih.

Najih menegaskan sampai sekarang tidak ada satu pun alumni atau mahasiswa Indonesia tengah belajar di Suriah bergabung dengan Jabhat Nusrah atau ISIS (Negara Islam Indonesia dan Suriah). Dia bilang jumlah alumni asal negara Syam itu sekitar sepuluh ribu orang.

Seorang petugas menggendong anak kecil selamat dari serangan kelompok bersenjata di acara parade militer di Kota Ahwaz, barat Iran, 22 September 2018. (Twitter)

ISIS rilis video pelaku serangan atas pawai militer di Iran

Selain ISIS, Gerakan Bangsa Ahvaz, mendiami Provinsi Khuzestan dan berusaha memerdekakan diri, juga mengklaim sebagai dalang dari serangan itu.

Jihadis ISIS Hasyim Abadi. (Al-Arabiya/Supplied)

Jihadis ISIS dijual seharga US$ 1 juta

Hasyim Abadi adalah adik dari pelaku serangan bunuh diri dalam konser Ariana Grande di Manchester, Mei tahun lalu.

UNHCR Eminent Advocate Dato Tahir bercengkerama dengan keluarga Abu Muhammad, pengungsi asal Suriah tinggal di kamp Azraq, Yordania, 3 April 2017. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Israel danai dan persenjatai 12 kelompok pemberontak di Suriah

Tiap pemberontak mendapat bayaran US$ 75 saban bulan. Juga ada dana tambahan untuk 12 kelompok pemberontak buat membeli senjata di pasar gelap Suriah.

Militer Israel memberikan pertolongan pertama terhadap satu dari empat anak yatim piatu Suriah menjadi korban luka dalam perang, sebelum dilarikan ke rumah sakit di Israel pada 29 Juni 2018. )the Israel Defense Forces)

Israel selamatkan 800 relawan Helm Putih dari Suriah

Evakuasi itu dilakukan setelah Inggris, Jerman, dan Kanada bersedia memberikan suaka.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Netanyahu: Kami ingin bina hubungan diplomatik dengan Indonesia

Sudah tiga kali terjadi pertemuan antara perdana menteri Israel dengan pemimpin Indonesia, yaitu Yitzhak Rabin dan Soeharto (1993), Abdurrahman Wahid dan Ehud Barak (2001), serta Jusuf Kalla dan Netanyahu (2018).

15 Oktober 2018

TERSOHOR