kabar

Anggota parlemen Israel usulkan lagi pengeras suara di menara masjid dilarang

Para penyokong ide itu beralasan kebebasan beragama tidak semestinya merampas kualitas hidup.

04 Maret 2016 04:32

Komite Legislasi Knesset (parlemen Israel) Ahad pekan ini bakal memutuskan apakah akan mengesahkan rancangan undang-undang melarang penggunaan pengeras suara di menara masjid.

Ini usaha kesekian kalinya dari kelompok Yahudi sayap kanan buat melarang muazin mengumandangkan azan lewat pengeras suara.

Proposal beleid kali ini diajukan anggota Knesset dari Partai Bayit Yehudi Moti Yogev. Gagasannya itu disokong para koleganya dari partai Likud dan Kulanu, seperti dilansir surat kabar Haaretz.

Para penyokong ide itu beralasan kebebasan beragama tidak semestinya merampas kualitas hidup.

Bila rancangan beleid itu disetujui Knesset, Israel akan melarang penggunaan pengeras suara buat azan, ceramah agama, pidato nasionalis, atau bahkan ujaran kebencian.

"Ratusan ribu warga negara Israel - di Galilea, Negev, Yerusalem, Tel Aviv-Jaffa, dan tempat-tempat lain di wilayah tengah Israel - tiap hari menderita dari suara berisik azan," seperti tertulis dalam proposal undang-undang itu.

Beleid ini akan melarang penggunaan pengeras suara di seluruh tempat ibadah di Israel, bukan hanya masjid.

Tapi menteri dalam negeri masih bisa memberi pengecualian bagi tempat-tempat ibadah tertentu.

Suasana dalam kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem di hari pertama Ramadan, 17 Mei 2018. (Albalad.co)

Rabat batalkan rencana kota kembar dengan Guatemala karena pindahkan kedutaan ke Yerusalem

Guatemala baru membuka kedutaan besarnya di Ibu Kota Rabat, Maroko, November tahun lalu.

Dea, 2 tahun, menghadiri Aksi Islam Bela Al-Aqsa bareng ibunya di lapangan Monumen Nasional, Jakarta, 11 Mei 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Israel danai pemindahan Kedutaan Guatemala ke Yerusalem

Paraguay menyusul jejak Amerika dan Guatemala pekan depan.

Ulama Syiah berpengaruh asal Irak Muqtada Sadr bertemu Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman di Kota Jeddah, Arab Saudi, 30 Juli 2017. (Supplied)

Muqtada Sadr menangi pemilihan umum Irak

Dia merupakan putra dari ulama berpengaruh Muhammad Sadiq as-Sadr, dibunuh lantaran menentang rezim Saddam Husain.

Gerbang Kota Mosul, utara Irak. (Rudaw)

Lajang di Mosul susah kawin

Masyarakat Mosul umumnya konservatif. Bahkan sebelum ISIS bercokol di sana, jarang ada perempuan masih hidup sendirian ketika usia sudah menginjak kepala dua.





comments powered by Disqus