kabar

Orang terkaya di Iran divonis hukuman mati karena korupsi

Tim penuntut umum menuduh Zanjani berutang kepada negara lebih dari US$ 2,7 miliar.

06 Maret 2016 21:51

Sebuah pengadilan di Iran telah memvonis mati miliarder Babak Zanjani dan dua terdakwa lainnya setelah terbukti bersalah dalam kasus korupsi. Ketiga terdakwa berhak mengajukan bandding atas putusan itu.

Babak Zanjani, salah satu orang terkaya di Iran, ditangkap pada Desember 2013. Dia dituding menggelapkan dana hasil penjualan minyak miliaran dolar melalui perusahaannya. Pengusaha 41 tahun ini dikabarkan berharta US$ 13,5 miliar.

Dalam jumpa pers meingguan, juru bicara Mahkamah Agung Iran Ghulam Husain Muhsini Ejai bilang Zanjani juga mesti membayar kerugian kepada negara. "Pengadilan pendahuluan telah menghukum ketiga terdakwa dengan hukuman mati dan membayar kerugian seperempat dari total uang sudah digelapkan kepada penggugat (negara)," kata Ejai.

Tim penuntut umum menuduh Zanjani berutang kepada negara lebih dari US$ 2,7 miliar dari penjualan minyak dilakukan atas nama Kementerian Perminyakan Iran.

Zanjani bertahun-tahun mengurusi kontrak penjualan minyak bernilai miliaran dolar melalui sebuah jaringan perusahaan membentang dari Turki hingga Malaysia dan Uni Emirat Arab. Kepada sebuah majalah Iran, dia mengaku berhasil mengumpulkan US$ 10 miliar dengan utang setara itu pula.

Dalam wawancara khusus dengan BBC pada 2013, Zanjani membantah soal koneksi politiknya di Iran. "Saya tidak melakukan hal-hal bersifat politis. Saya cuma berbisnis."

Iran lepas dari sanksi ekonomi Januari tahun ini setelah Amerika Serikat dan Uni Eropa menilai negara Mullah ini sudah tidak lagi mengembangkan senjata nuklir.

Revolusi di Sudan menuntut Presiden Umar al-Basyir mundur meletup sejak 19 Desember 2018. (Twitter)

Khartum izinkan pesawat Israel membawa Netanyahu lintasi Sudan Selatan

Israel memang bersahabat dengan Sudan Selatan, namun wilayah udaranya masih di bawah kontrol Sudan, tidak mempunyai hubungan diplomatik dengan Israel.

Rahaf Muhamnad al-Qunun, 18 tahun, gadis asal Arab Saudi kabur dari keluarganya dan ingin meminta suaka ke Australia. (Twitter)

Ribuan warga Arab Saudi dan UEA kabur minta suaka

Tahun lalu ada 815 warga Arab Saudi meminta suaka. Jumlah ini naik 318 persen ketimbang 2012.

Presiden Chad mengadakan pertemuan dengan tamunya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, di Ibu Kota N'Djamena, 20 Januari 2019. (Twitter/@netanyahu)

Israel dan Chad membuka kembali hubungan diplomatik

Alhasil, tinggal tujuh negara muslim di sub-Sahara Afrika belum memiliki hubungan resmi dengan Israel, yakni Mali, Niger, Sudan, Mauritania, Somalia, Djibouti, dan Komoro.

Rute perjalanan sebuah jet pribadi membawa para pejabat Uni Emirat Arab dan Israel pada 17 Januari 2019 terbang langsung dari Abu Dhabi ke Tel Aviv. (Flight Radar 24)

Kepala badan intelijen dan menlu UEA kunjungi Israel

Para pejabat keamanan Israel melawat secara rahasia ke Abu Dhabi.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Khartum izinkan pesawat Israel membawa Netanyahu lintasi Sudan Selatan

Israel memang bersahabat dengan Sudan Selatan, namun wilayah udaranya masih di bawah kontrol Sudan, tidak mempunyai hubungan diplomatik dengan Israel.

21 Januari 2019

TERSOHOR