kabar

Israel tidak anggap KTT OKI di Jakarta luar biasa

Hingga hari ini tidak ada satu pun media di negara Zionis itu menulis soal konferensi dihadiri sedikit kepala negara/pemerintahan itu.

07 Maret 2016 01:54

Israel tidak menganggap luar biasa penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi luar biasa OKI (Organisasi Konferensi Islam) tengah berlangsung di Jakarta. Padahal konferensi  berlangsung dua hari, 6-7 Maret, ini membahas isu Palestina, terutama kompleks Masjid Al-Aqsa.

Hingga hari ini tidak ada satu pun media di negara Zionis itu menulis soal konferensi dihadiri sedikit kepala negara/pemerintahan itu. Haaretz, Times of Israel, Jerusalem Post, dan Yediot Ahronot lebih tertarik membahas mengenai perkembangan pemilihan calon presiden Amerika Serikat dari partai Republik dan Demokrat.

Bahkan pengusaha sekaligus bekas orang pemerintahan Israel, Emmanuel Shahaf, baru tahu kemarin tentang adanya konferensi itu. "Saya baru tahu. Di sini (Israel) tidak ada satu pun media menulis soal hal itu," katanya kepada Albalad.co melalui WhatsApp.

Dihubungi terpisah, juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel Emmanuel Nahshon menolak berkomentar.

Pelaksanaan konferensi OKI ini dinilai tidak pas momentumnya. Sebab ada tiga isu besar menjadi perhatian negara-negara di Timur Tengah merupakan tetangga dekat Palestina, yakni konflik Arab Saudi-Iran, Suriah, dan ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah).

Jakarta bersedia menjadi tuan rumah untuk menunjukkan komitmen Indonesia dalam membela perjuangan bangsa Palestina. Juga bagian dari pelaksanaan amanat konstitusi.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi Ahad pekan ini dijadwalkan melantik Maha Abu Susheh sebagai konsul kehormatan pertama Indonesia buat Palestina. Pelantikan bakal berlangsung di Kota Ramallah, Tepi Barat.

Warga Libanon berunjuk rasa pada 14 Mei 2021 di wilayah Metula, perbatasan Libanon-Israel, menentang Perang Gaza. (Telegram)

Satu pemuda Libanon luka ditembak tentara Israel akhirnya wafat

Muhammad Qasim Tahhan disebut sebagai tentara cadangan Hizbullah.

Wali Kota Yerusalem Nir Barkat berpose sambil memegang papan penunjuk jalan menuju Kedutaan Besar Amerika Serikat di Yerusalem. (Jerusalem Municipality)

Senat Amerika setujui kedutaan tetap di Yerusalem

Biden memang sudah bilang tidak akan mengembalikan Kedutaan Amerika ke Tel Aviv.

Sheldon Adelson, konglomerat Yahudi menjadi pendonor utama bagi Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (Press TV)

Taipan Yahudi pemindah Kedutaan Amerika ke Yerusalem wafat

Bagi Sheldon Adelson, pemindahaan Kedutaan Amerika ke kota suci bagi tiga agama itu merupakan puncak dari kampanye bertahun-tahun dan dukungannya buat Trump dan Partai Republik.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Kemenangan Biden, harapan Abbas, dan kecemasan Bin Salman

Biden akan membuka penyelidikan atas kasus pembunuhan Khashoggi dan menghentikan dukungan terhadap perang di Yaman.





comments powered by Disqus