kabar

Belum ada kepastian Israel izinkan Retno Marsudi ke Ramallah

Israel pada 2012 menolak Marty Natalegawa memasuki Tepi Barat karena Indonesia belum membina hubungan diplomatik dengan negara Zionis itu.

10 Maret 2016 22:13

Hingga hari ini Israel belum mengeluarkan izin bagi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk menyeberang ke Tepi Barat, Palestina, melalui Jembatan Raja Husain di Ibu Kota Amman, Yordania.

Retno dijadwalkan melantik Maha Abu Shusha menjadi konsul kehormatan pertama Indonesia buat Palestina Ahad pekan ini. Pelantikan bakal berlangsung di Kota Ramallah, Tepi Barat. Di sela acara itu, Retno menurut rencana bertemu pula dengan Presiden Palestina Mahmud Abbas dan Menteri Luar Negeri Riyad al-Maliki.

"Saya belum memiliki informasi bisa diberikan (soal izin buat Retno Marsudi)," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel Emmanuel Nahshon saat dihubungi Albalad.co melalui WhatsApp hari ini. "Saya tidak mau berkomentar."

Dari tiga calon diajukan Palestina, Presiden Joko Widodo memutuskan menunjuk Maha Dember tahun lalu. Menanggapi hal itu, Nahshon berharap Indonesia juga mengangkat konsul kehormatan untuk Israel.

Dihubungi terpisah, Duta Besar Palestina buat Indonesia Fariz Mahdawi bilang pihaknya telah menyiapkan segala sesuatu untuk proses pelantikan konsul kehormatan itu, termasuk mengurus izin masuk bagi Retno Marsudi. "Insya Allah dia akan hadir di Ramallah 13 Maret nanti," ujarnya.

Dalam jumpa pers mingguan di kantornya, juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir bilang penunjukan konsul kehormatan untuk Palestina ini sebagai wujud dukungan politik Indonesia terhadap Palestina.

Israel pada Agustus 2012 menolak mengizinkan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa masuk ke Tepi Barat. Nasib serupa juga menimpa empat menteri luar negeri lainnya. Akibatnya, konferensi tingkat menteri luar negeri Gerakan Non-Blok dijadwalkan berlangsung di Ramallah dibatalkan.

Israel waktu itu beralasan penolakan bagi Marty lantaran Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan negara Zionis itu. Bisa jadi Retno bakal mengalami hal serupa.

Meski Perserikatan Bangsa-Bangsa telah mengakui Palestina sebagai negara empat tahun lalu, perlintasan ke Tepi Barat di Jembatan Raja Husain dijaga oleh otoritas Israel. Bahkan para pejabat Palestina, termasuk Presiden Mahmud Abbas, mesti memperoleh izin negara Bintang Daud itu untuk keluar masuk Tepi Barat.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Duta Besar Indonesia untuk Libanon berpose bareng seratus personel angkatan laut pasukan Garuda di depan KRI Usman Harun di Pelabuhan Beirut, 25 Februari 2018. ( Biro Pers Kemlu)

Menteri Retno ajak pasukan Garuda jaga perdamaian di Libanon Selatan

Ini merupakan lawatan kedua menteri luar negeri Indonesia ke pasukan garuda setelah Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda pada 2007, ketika pasukan Garuda pertema kali bertugas di Libanon Selatan.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi didampingi Duta Besar Indonesia untuk Yordania Andy rachmianto bertemu Raja Abdullah di Istana Al-Husainiyah di Ibu Kota Amman, Yordania, 4 Oktober 2017. (KBRI Amman buat Albalad.co)

Menteri Retno dan Raja Abdullah serukan persatuan negara-negara muslim

Keduanya sepakat meningkatkan kerja sama kedua negara dalam menanggulangi terorisme dan radikalisme.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi berbicara dengan Menteri Luar Negeri Yordania Aiman Safadi, disaksikan Dura Besar Indonesia untuk Yordania Andy Rachmianto dalam pertemuan di Ibu Kota Amman, Yordania, 4 Oktober 2017. (Biro Pers Kementerian Luar Negeri RI)

Menteri Retno: Yordania mitra alami dalam menyuarakan Islam rahmatan lil alamin

Retno dan Aiman setuju tidak ada penyelesaian dalam penyelesaian isu Palestina kecuali solusi dua negara.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bertemu Imam Besar Al-Azhar Syekh Ahmad Muhammad at-Tayyib di Ibu Kota Kairo, mesir, 5 Februari 2017. (Kementerian Luar Negeri)

Imam besar Al-Azhar puji Islam damai disebarluaskan Indonesia

Saat ini ada sekitar 3.500 mahasiswa Indonesia berkuliah di Al-Azhar.





comments powered by Disqus