kabar

Parlemen Mesir susun beleid larang cadar

Bercadar merupakan tradisi orang Yahudi sejak Islam belum datang.

12 Maret 2016 07:35

Parlemen Mesir tengah menysun rancangan undang-undang bakal melarang pemakaian cadar di tempat umum dan lembaga-embaga pemerintah. Proposal ini disokong 250 dari total 588 anggota parlemen.

Cadar biasanya berwarna hitam dan menutupi seluruh wajah kecuali kedua mata. Adalah hal lazim bagi kaum hawa konservatif di Mesir bercadar, terutama di pedesaan.

Anggota parlemen Asma Nusair, juga profesor perbandingan hukum di Universitas Al-Azhar, mendukung proposal beleid anticadar itu, bilang cadar atau niqab tidak diwajibkan dalam Islam. Kenyataannya, menurut dia, cadar bukan berasal dari Islam.

Dia menjelaskan bercadar adalah tradisi Yahudi sudah ada di Semenanjung Arab sebelum Islam datang. Bahkan dia menegaskan sejumlah ayat Al-Quran menentang penggunaan cadar. Al-Quran menyuruhkan kaum muslimah berjilbab, bukan menutup seluruh muka.

Sejumlah batasan sudah diberlakukan soal penggunaan cadar di Mesir beberapa tahun terakhir. Bulan lalu Universitas Kairo melarang perawat dan dokter bercadar di kampus-kampus kedokteran dan rumah sakit. Alasannya buat melindungi hak dan kepentingan pasien.

September tahun lalu, universitas itu juga melarang staf kampus menggunakan niqab di ruang kelas karena ada keluhan dari mahasiswa komunikasi menjadi kurang efektif.

Bila undang-undang ini disahkan bakal menjadi pukulan telak bagi kalangan Islam konservatif dan kian memperdalam perpecahan di negara Nil itu. Di bawah pemerintahan Presiden Abdil Fattah as-Sisi, ribuan aktivis Islam, terutama dari kelompok Al-Ikhwan al-Muslimun ditahan, di tengah tudingan penghilangan paksa dan penyiksaan dilakoni aparat keamanan.

Ali Ahmad al-Mulla menjadi muazin Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, sejak 1975. (Screengrab)

Berkenalan dengan muazin Masjid Al-Haram

Ali Ahmad al-Mulla menjadi muazin Masjid Al-Haram sejak 1975.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman saat memimpin rapat Dewan Urusan Pembangunan dan Ekonomi di Istana As-Salam di Kota Jeddah, Arab Saudi, 22 Mei 2018. (SPA)

Anak Raja Salman masih hidup

Pangeran Muhammad bin Salman memimpin rapat Dewan Urusan Pembangunan dan Ekonomi Selasa lalu.

Demonstrasi menolak rencana pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Yerusalem berlangsung di Jakarta, 11 Mei 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Indonesia batalkan kebijakan visa bagi warga Israel

Israel memang tidak memiliki hubungan resmi dengan Indonesia, namun kedua negara menjalin hubungan ekonomi. Alhasil, warga Israel bisa berkunjung ke Indonesia menggunakan visa pelancong dan bisnis.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bom waktu di negara Kabah

Raja Salman sudah menanam bom waktu itu sejak April 2015, tiga bulan setelah dirinya naik takhta.





comments powered by Disqus