kabar

Petugas Bea Cukai Mesir coret gitar Bryan Adams

Tahun lalu dia memprotes maskapai Air Canada lewat Twitter karena gitarnya dicoret dengan tinta hitam.

12 Maret 2016 07:51

Musikus rock asal Kanada Bryan Adams sangat kecewa lantaran gitar akustik kesayangannya dicoret oleh petugas Bea Cukai di Bandar Udara Internasional Kairo di Mesir.

Coretan dari tinta berwarna hijau itu terdiri serial angka dan huruf dalam bahasa Arab sulit dibaca. Kejadiannya saat dia tiba di sana dalam kunjungan untuk konser di Piramida Giza Selasa lalu.

Pemenang Grammy Award ini mengunggah gitar Martin D-18 buatan 1957 itu ke akun Instagramnya. Penyanyi tersohor dengan lagu '18 Till I Die', 'Everything I Do, I Do IT For You', dan 'Please Forgive Me' ini bilang masalah sudah dia alami saat baru tiba di Bandar Udara Kairo.

"Kami hampir tidak bisa membawa masuk peralatan ke negara itu dan ketika diperbolehkan malah dicoret," kata Adams lewat pesan Facebook kepada kantor berita AFP. "Sama sekali tidak ada permintaan maaf."

Seorang pejabat bea cukai di bandar udara mengatakan gitar terbuat dari kayu mahoni itu diberi tanda dengan serial angka, meski biasanya menggunakan stiker. Soal tinta itu, dia meragukan kalau itu kerjaan anak buahnya. "Mungkin itu bukan kita?"

Meski begitu, Adams mengaku tidak dendam karena kejadian itu. "Saya mencintai Mesir dan ingin kembali lagi ke sini suatu hari nanti,"tuturnya. "Tapi tolong jangan bikin tanda dari tinta hijau."

Ini bukan kali pertama gitar Adams dicoret. Tahun lalu dia memprotes maskapai Air Canada lewat Twitter karena gitarnya dicoret dengan tinta hitam.

Warga Libanon berunjuk rasa pada 14 Mei 2021 di wilayah Metula, perbatasan Libanon-Israel, menentang Perang Gaza. (Telegram)

Satu pemuda Libanon luka ditembak tentara Israel akhirnya wafat

Muhammad Qasim Tahhan disebut sebagai tentara cadangan Hizbullah.

Demonstran pada 10 Mei 2021 membakar pagar tembok Konsulat jenderal Iran di Kota Karbala, Irak. Mereka memprotes pembunuhan Ihab al-Wazni, aktivis antipemerintah terjadi di Karbala kemarin. (Screenshot)

Protes pembunuhan aktivis antipemerintah, demonstran bakar pagar Konsulat Iran di Karbala

Masyarakat Syiah di Irak memang terbelah dua, ada yang berkiblat ke Iran dan ada pula yang setia kepada pemimpin Syiah Irak Ayatullah Ali Sistani.

Jamaah umrah sedang bertanya kepada petugas keamanan. (Saudi Gazette)

Saudi umumkan haji akan digelar tapi belum jelas haji domestik atau internasional

Setelah pandemi Covid-19 meletup Maret tahun lalu, Saudi cuma membolehkan penduduk Saudi buat berhaji. Itu pun jumlahnya terbatas, seribu orang saja.

Alireza Fazeli Munfarid, pemuda Iran berumur 20 tahun, dibunuh keluarga setelah ketahuan dia menjadi gay. (Twitter)

Pemuda gay di Iran dibunuh keluarganya

Pasangan gay ketahuan bercinta diancam hukuman mati. Sedangkan mereka ketangkap berciuman, berpegangan tangan, dan saling perhatian akan dikenai hukuman cambuk di muka umum.





comments powered by Disqus