kabar

Bilang nabi pun bisa dipenjara, menteri kehakiman Mesir dipecat

Januari lalu Ahmad al-Zind juga bilang, "Tidak akan puas sampai sepuluh ribu anggota Al-Ikhwan al-Muslimun tewas untuk tiap satu syuhada dari tentara dan polisi."

14 Maret 2016 10:39

Perdana Menteri Mesir Syarif Ismail kemarin memberhentikan Menteri Kehakiman Ahmad al-Zind karena telah memicu kegaduhan nasional lantaran komentarnya. Dia bilang nabi pun bisa dia penjara jika menghina dirinya.

Tidak jelas siapa penggantinya. Pendahulu Zind juga dipecat Mei lalu setelah mengatakan anak tukang sampah tidak layak menjadi hakim.

Zind menjadi sasaran amuk pengguna media sosial hingga kemarin. Kegaduhan ini bermula saat dia diwawancarai oleh stasiun televisi swasta Sada al-Balad Jumat pekan lalu soal kasus sejumlah wartawan dituduh menghina dirinya.

Dia menegaskan bakal memenjarakan siapa saja melakukan itu. "Bahkan nabi sekalipun. Semoga Allah merahmati dan memberkahinya," kata Zind merujuk pada Nabi Muhammad.

Sadar ucapannya bisa memicu kontroversi, Zind buru-buru meralat. "Saya memohon ampun kepada Allah."

Dia menjelaskan siapa saja bersalah, bahkan hakim, akan dipenjara bila terbukti.

Namun Zind kadung salah ucap. Kegaduhan dan kemarahan terlanjur meluap. Tanda pagar "Pengadilan buat Zind" tersohor di Twitter. "Setidaknya dia mestinya dcopot dan kemudian diadili. Isu ini bukan lelucon," tulis sebuah akun.

"Tuhan bakal membalas," sambung yang lain.

Al-Azhar sudah memperingatkan bagi siapa saja untuk tidak menghina Rasulullah. "Siapa saja di ruang publik dan media mesti menghormati nama nabi," kata lembaga pendidikan Islam tertua di dunia ini. "Dia tidak pantas dihina, bahkan secara tidak sengaja sekalipun."

Januari lalu Zind juga memantik polemik. Juga dalam wawancara dengan Sada al-Balad, dia mengatakan, "Tidak akan puas sampai sepuluh ribu anggota Al-Ikhwan al-Muslimun tewas untuk tiap satu syuhada dari tentara dan polisi."

Sejak Presiden Abdil Fattah as-Sisi naik lewat kudeta militer menggulingkan Presiden Muhammad Mursi pada 2013, kelompok Al-Ikhwan dinyatakan sebagai organisasi terlarang.

Jalan di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, lengang dari kendaraan setelah jam malam diberlakukan sejak 23 Maret 2020. (Twitter)

Ketambahan 1.877 kasus baru, jumlah pengidap Covid-19 di Saudi jadi 85.261 orang

Penderita Covid-19 di Makkah meningkat menjadi 15.431 orang, termasuk 220 meninggal.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Ketambahan 1.618 kasus baru, jumlah penderita Covid-19 di Saudi jadi 83.384 orang

Pengidap Covid-19 di Makkah bertambah menjadi 15.272 orang, termasuk 215 meninggal.

Jalan di sekitar Masjid Al-Haram, Kota Makkah sepi dari kendaraan sejak Arab Saudi memberlakukan jam malam pada 23 Maret 2020. (Haramain Info)

Haji dan dilema Saudi

Ada tiga hal menjadi pertimbangan bagi Raja Salman atau Bin Salman untuk memutuskan jadi tidaknya pelaksanaan haji tahun ini.

Suasana di pelataran Masjid Al-Haram, Kota Makkah, setelah Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz memerintahkan isolasi terhadap kota Makkah, Madinah, Riyadh pada 25 Maret 2020. (Haramain Info)

ISIS kecam ulama Saudi mengizinkan penutupan masjid buat cegah Covid-19

Mulai besok, Saudi mencabut larangan salat berjamaah di smeua masjid kecuali di Kota Makkah.





comments powered by Disqus