kabar

Seratus jihadis Indonesia tewas di Irak dan Suriah

Kebanyakan bergabung dengan ISIS.

15 Maret 2016 20:54

Peneliti terorisme di Asia Tenggara Sydney Jones kemarin bilang hingga kini sudah seratus jihadis asal Indonesia tewas di Irak dan Suriah, kebanyakan bergabung dengan milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah).

Direktur IPAC (Institute for Policy and Analysis of Conflict) ini bilang tadinya sampai Januari lalu jihadis Indonesia tewas berjumlah 70 orang. "Tapi sejak pertempuran bertambah sengit di Syaddadi dan Aleppo, jumlah jihadis Indonesia terbunuh sudah sekitar seratus orang," kata Sydney saat dihubungi Albalad.co melalui telepon selulernya.

Mereka yang tewas termasuk Umar Jundulhaq, putra dari mendiang Imam Samudera, pelaku Bom Bali I pada 2002. Menurut Sydney, Umar meninggal Oktober tahun lalu saat bertempur bareng ISIS di Provinsi Dair az-Zur, Suriah.

Lalu ada Rusydan Abdul Hadi Amir alias Abu Nasir alias Abu Sayyaf, kelahiran Solo, Jawa Tengah. Anggota pasukan elite ISIS ini tewas pada 15 Mei 2015 akibat serangan udara pasukan koalisi di Jabal Khilafah, Suriah.

Menurut buku From the Desert to World Cities:the New Terrorism, jihadis Indonesia lainnya terbunuh adalah Faruk, pelaku bom bunuh diri di Suriah pada 13 Maret 2014. Wildan Mukhallad bin Lasmin alias Abu Bakar al Muhajir dari Lamongan, Jawa Timur, juga tewas setelah melaksanakan serangan bunuh diri di Irak pada Februari 2014. Dia adalah lulusan Universitas Al-Azhar di Ibu Kota Kairo, Mesir.

Kemudian ada Abdul Rauf bin Jahruddin alias Muhammad Abdul Rauf alias Syam, diduga meninggal karena melakukan serangan bunuh diri di Suriah. Reza Fardi alias Abu Muhammad al Indunisi tewas di Aleppo, Suriah, pada 23 November 2013. Alumnus Pondok Pesantren Al-Mukmin, Ngruki, ini bergabung dengan Brigade Suquor al-Izz.

Hanzalah al-Indunisi tewas setelah melakukan serangan bunuh diri terhadap sebuah markas militer di luar Kota Tikrit, utara Ibu Kota Baghdad, Irak, pada 11 Oktober 2014.

Muhammad Ridwan Abdurrahman, anak dari Abu Jibril, tewas Maret tahun lalu di Idlib, Suriah. Dia bertempur bareng milisi Jabhat an-Nusrah, sayap militer Al-Qaidah di Suriah.

Bos Mayapada Group Dato Tahir berbincang dengan satu keluarga pengungsi Suriah di kamp Azraq, Yordania, pada 27 Oktober 2016. (KBRI Amman buat Albalad.co)

Senjata bikinan Israel ditemukan dalam gudang senjata ISIS

Israel dan ISIS memang memiliki kepentingan sama, yakni menggulingkan rezim Basyar al-Assad disokong oleh Iran.

Poster Huzaifah al-Badri, putra pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi, tewas dalam pertempuran di Homs, Suriah. (Amaq)

Putra pemimpin ISIS tewas di Suriah

Baghdadi memiliki empat anak dari istri pertama dan satu putra dari iatri kedua.

Milisi ISIS. (Dabiq/Global Look Press)

Persenjataan ISIS dari Amerika dan Arab Saudi

CAR menyatakan sekitar 90 persenjataan digunakan ISIS merupakan buatan Cina, Rusia, dan Eropa Timur.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

17 warga Indonesia selamat meski ISIS serbu Marawi

Jihadis ISIS asal Indonesia tewas dalam pertempuran dengan pasukan Filipina.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Raja Salman tidak tepati janji beri santunan bagi korban derek jatuh di Masjid Al-Haram

Lagi-lagi Arab Saudi melanggar janji untuk mengumumkan hasil penyelidikan atas tabrakan arus jamaah haji menewaskan lebih dari 2.400 orang. Raja Salman juga menolak meminta maaf dan mengakui kesalahan.

20 Agustus 2018

TERSOHOR