kabar

Turki sudah setahun tahan satu pengungsi Suriah di Bandar Udara Ataturk

Fadi Mansyur sudah dikurung sejak 15 Maret 2015.

16 Maret 2016 17:53

Senin lalu menandai setahun penahanan Fadi Mansyur, pengungsi asal Suriah, dalam sebuah ruangan di Bandar Udara Internasional Ataturk, Istanbul, Turki.

"Mencari perlindungan bukanlah sebuah kejahatan," tulis Mansyur lewat Twitter Ahad pekan lalu. Kejahatan adalah menahan seseorang dalam bandar udara setahun."

Besoknya dia mengunggah gambar dirinya tengah memegang karton bertulisan: "1 tahun sudah cukup"

Amnesty International mengklaim pemerintah Turki sudah mengurung Mansyur dalam ruangan berkondisi tidak manusiawi. Dia sama sekali tidak menerima cahaya alami dan penerangan terus menyala. Karena itu, Amnesty dan pengacaranya mendesak Ankara segera membebaskan dia.

Mansyur kabur dari Suriah pada Agustus 2012, satu setengah tahun setelah pecah pemberontakan. Sebab dia tidak mau mengikuti wajib militer dan mengungsi ke Libanon.

Namun setelah diculik dan dimintai tebusan oleh sebuah geng, dia pindah ke Turki pada 2014. Sebulan kemudian, menurut Amnesty, dia terbang ke Malaysia tapi ditolak masuk lantaran menggunakan identitas palsu.

Pemerintah Turki belum berkomentar soal klaim Amnesty itu.

Mansyur bukan satu-satunya pengungsi Suriah mendekam di bandar udara. Warga Suriah berinisial MK sudah ditahan dalam Bandar Udara Sabiha Gokcen di Kota Istanbul sejak November tahun lalu.

Amnesty menjelaskan Turki berupaya mengirim kembali MK ke Yordania setibanya di bandar udara, namun MK memohon suaka di Turki. "Dia lalu dibawa ke dalam sebuah ruangan di bandar udara itu di mana dia masih dikurung di sana."

UNHCR Eminent Advocate Dato Tahir bersama kelima cucu angkatnya di kamp pengungsi Suriah di Azrq, Yordania, 3 April 2017. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

UNHCR berhasil temukan lima cucu angkat Dato Tahir di Suriah

Mereka sudah kembali ke kampung halaman mereka di Daraa.

UNHCR Eminent Advocate Dato Tahir saat berbincang dengan keluarga pengungsi asal Suriah di kamp Azraq, Yordania, 3 April 2017. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Dato Tahir kunjungi kamp pengungsi Suriah lagi

Selain ke Yordania, dia juga akan mengunjungi kamp pengungsi di Libanon.

Bos Mayapada Group Dato Tahir berbincang dengan satu keluarga pengungsi Suriah di kamp Azraq, Yordania, pada 27 Oktober 2016. (KBRI Amman buat Albalad.co)

Dato Tahir berencana tengok pengungsi di Libanon dan Irak

Dia sudah dua kali mengunjungi kamp pengungsi Suriah di Yordania.





comments powered by Disqus