kabar

Pemerintah bantah ada kesepahaman dengan Israel soal rencana pelantikan konsul kehormatan

Arrmanatha Nasir bilang tidak pernah ada pertemuan antara pihaknya dengan Israel terkait kunjungan Retno ke Ramallah.

17 Maret 2016 05:40

Pemerintah membantah ada kesepahaman dengan Israel soal rencana kunjungan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi ke Kota Ramallah, Tepi Barat, untuk melantik konsul kehormatan buat Palestina.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir bilang tidak pernah ada pertemuan antara pihaknya dengan Israel terkait kunjungan Retno ke Ramallah. "Tidak pernah ada pembahasan apalagi kesepakatan dengan menteri luar negeri (Retno Marsudi) mengenai kunjungan ke Yerusalem," katanya kepada Albalad.co melalui WhatsApp hari ini.

Kesepahaman dimaksud adalah selain ke Ramallah bertemu Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Maliki dan Presiden Mahmud Abbas, Retno juga bakal bertemu sejumlah pejabat senior Israel di Kota Yerusalem.

Kesepakatan itu, menurut Wakil Menteri Luar Negeri Israel Tzipi Hotolevy dalam rapat dengan Knesset (parlemen Israel) kemarin, dicapai saat Wakil Direktur Jenderal Asia Pasifik Kementerian Luar Negeri Israel Mark Sofer baru-baru ini datang ke Jakarta, seperti dilansir the Jerusalem Post. Dia bertemu beberapa pejabat Indonesia.

Dalam pertemuan itu, para pejabat Indonesia dan Israel mencapai kesepahaman: Retno juga akan bertemu beberapa pejabat senior Israel di Yerusalem saat berkunjung ke Tepi Barat.

Arrmanatha menegaskan tujuan utama Retno ke Yordania dan Ramallah untuk melakukan pertemuan bilateral sekaligus melantik konsul kehormatan. "Tidak pernah ada tujuan ke tempat lain," ujarnya.

Dia menambahkan sejak awal sudah disiapkan dua skenario: melantik konsul kehormatan di Ibu Kota Amman, Yordania, atau Ramallah. Bahkan, menurut dia, juga telah disiapkan skenario ketiga. "Agar apapun ulah Israel, rencana melantik konsul kehormatan tetap tercapai," tuturnya.

Hotovely bilang prosedur ini berlaku bagi semua pejabat asing: mengunjungi Ramallah sekaligus Yerusalem. Dia menegaskan tidak ada pengecualian buat Indonesia.

"Adalah keputusan menteri luar negeri Indonesia untuk melanggar kesepahaman itu dan dia mengerti soal ini," kata Hotovely. "Dengan tidak mau ke Yerusalem, dia (Retno Marsudi) ingin melawan aturan telah ditetapkan Israel bagi kunjungan pejabat ke Palestina dan Israel."

Akibat penolakan Israel itu, Retno akhirnya melantik Maha Abu Shusha sebagai konsul kehormatan pertama Indonesia untuk Palestina dan mengadakan pertemuan dengan Maliki di KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) Amman Ahad pekan lalu.

Indonesia mengakui Palestina sebagai sebuah negara sejak 1988. Jakarta baru mau membina hubungan diplomatik dengan Israel bila penjajahan atas Palestina berakhir.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Duta Besar Indonesia untuk Libanon berpose bareng seratus personel angkatan laut pasukan Garuda di depan KRI Usman Harun di Pelabuhan Beirut, 25 Februari 2018. ( Biro Pers Kemlu)

Menteri Retno ajak pasukan Garuda jaga perdamaian di Libanon Selatan

Ini merupakan lawatan kedua menteri luar negeri Indonesia ke pasukan garuda setelah Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda pada 2007, ketika pasukan Garuda pertema kali bertugas di Libanon Selatan.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi didampingi Duta Besar Indonesia untuk Yordania Andy rachmianto bertemu Raja Abdullah di Istana Al-Husainiyah di Ibu Kota Amman, Yordania, 4 Oktober 2017. (KBRI Amman buat Albalad.co)

Menteri Retno dan Raja Abdullah serukan persatuan negara-negara muslim

Keduanya sepakat meningkatkan kerja sama kedua negara dalam menanggulangi terorisme dan radikalisme.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi berbicara dengan Menteri Luar Negeri Yordania Aiman Safadi, disaksikan Dura Besar Indonesia untuk Yordania Andy Rachmianto dalam pertemuan di Ibu Kota Amman, Yordania, 4 Oktober 2017. (Biro Pers Kementerian Luar Negeri RI)

Menteri Retno: Yordania mitra alami dalam menyuarakan Islam rahmatan lil alamin

Retno dan Aiman setuju tidak ada penyelesaian dalam penyelesaian isu Palestina kecuali solusi dua negara.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bertemu Imam Besar Al-Azhar Syekh Ahmad Muhammad at-Tayyib di Ibu Kota Kairo, mesir, 5 Februari 2017. (Kementerian Luar Negeri)

Imam besar Al-Azhar puji Islam damai disebarluaskan Indonesia

Saat ini ada sekitar 3.500 mahasiswa Indonesia berkuliah di Al-Azhar.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Netanyahu targetkan buka hubungan diplomatik dengan Arab Saudi tahun depan

Banyak negara Arab ingin bekerjasama dengan Israel dalam sektor keamanan dan pertahanan.

11 Desember 2018

TERSOHOR