kabar

KBRI Damaskus selamatkan pekerja Indonesia dari ibu kota ISIS

Sri Rahayu dievakuasi melalui perjalanan darat dari gunung ke gunung secara rahasia siang malam selama enam hari.

17 Maret 2016 09:04

KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) di Ibu Kota Damaskus, Suriah, berhasil mengevakuasi tenaga kerja Indonesia bernama Sri Rahayu binti Masdin Nur, asal Sumbawa, Nusa Tenggara Barat dari Raqqah.

Sejak mencaplok Raqqah dari kelompok pemberontak FSA (Tentara Pembebasan Suriah) akhir 2013, milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) menetapkan Raqqah, pernah menjadi ibu kota kekhalifahan Bani Umayyah, ini juga sebagai ibu kota mereka. Kelompok radikal dipimpin Abu Bakar al-Baghdadi itu menutup akses dari dan ke Raqqah.

Sehabis menerima informasi tentang keberadaan Sri Rahayu pada Juni 2015, KBRI Damaskus selalu mencari cara agar bisa mengevakuasi dia dari sana. Melalui pengacara di Aleppo, Muhammad Akra, KBRI Damaskus terus menerus menekan Sana, agen tenaga kerja mengirim Sri Rahayu ke Raqqah agar bertanggung jawab, seperti dilansir siaran pers KBRI Damaskus diterima Albalad.co kemarin. Sang agen selalu beralasan mustahil mengeluarkan Sri Rahayu dari Raqqah.

Setelah menyusun rencana bersama, dipilihlah seorang pegawai agen tenaga kerja mengenal wilayah medan pegunungan Aleppo—Raqqah untuk menjemput Sri Rahayu. Setelah mencermati waktu tepat dan rencana matang disusun, Sri Rahayu dievakuasi melalui perjalanan darat dari gunung ke gunung secara rahasia siang malam selama enam hari.

Untuk mengelabui tentara ISIS, Sri Rahayu dan pegawai agen Sana mengaku sebagai suami istri. Sri Rahayu berhasil dibawa ke kantor konsuler KBRI cabang Aleppo Januari lalu. Setelah semua hak dan urusan selesai diperjuangkan di Aleppo, Sri Rahayu diantarkan ke penampungan sementara KBRI di Damaskus Sabtu pekan lalu. rencana kepulangannya tengah diurus.

Duta Besar Indonesia buat Suriah Djoko Harjanto bilang perlindungan warga Indonesia di wilayah konflik dapat terlaksana berkat hubungan terjalin baik, terus dibina, dan ditunjang oleh jaringan kuat. "Tanpa jejaring kuat antara KBRI Damaskus, pemerintah Suriah, dan tokoh masyarakat, mustahil dapat mengemban misi utama perlindungan warga Indonesia di tengah konflik Suriah ini," katanya.

Penyelamatan tenaga kerja Indonesia dari wilayah konflik bukan pertama kali dilakukan oleh tim konsuler KBRI Damaskus. "Pada Januari 2016, KBRI Damaskus berhasil menyelamatkan pekerja asal Subang bernama Casih binti Waan dari kepungan ISIS di Dair az-Zur, dievakuasi menggunakan helikopter tentara Suriah," ujar A.M. Sidqi, Pejabat Fungsi Konsuler, Penenrangan, Sosial, dan Budaya KBRI Damaskus.

Sejak perang meletup lima tahun lalu, KBRI Damaskus juga telah memulangkan hampir 13 ribu warga dan tenaga kerja Indonesia dari Suriah.  dari Suriah kembali ke Indonesia.

*****

Sri Rahayu didatangkan ke Suriah pada 2 Februari 2011 atas upaya agen tenaga kerja PT Bin Hasan Maju Sejahtera (Indonesia) dan Sana (Suriah) untuk bekerja di Aleppo. Meski telah habis kontrak kerjanya di Aleppo selama 2,5 tahun, Sri Rahayu bukannya dipulangkan, tetapi malah dijual kembali oleh agen Sana ke majikan baru bernama Abdul Azim al-Ujaili di Raqqah.

Agen Sana selalu berbohong kepada Sri Rahayu: Kedutaan Indonesia di Suriah sudah ditutup dan tidak ada penerbangan ke Indonesia. Saat itu Kota Raqqah masih dikuasai oleh pemberontak FSA. Tiga bulan setelahnya atau akhir 2013, pasukan ISIS merebut Raqqah.

Selama dua tahun dua bulan bekerja di Raqqah, Sri Rahayu digaji US$ 125 sebulan oleh Ujaili, dulu berprofesi sebagai insinyur. Sri Rahayu bertugas merawat majikannya sudah tua dan tinggal sendirian. Anak-anak majikannya sudah keluar dari Raqqah. Majikan Sri Rahayu bukan simpatisan ISIS, tetapi penduduk asli Raqqah terjebak karena sudah uzur.

Selama tinggal dan bekerja di Raqqah, dia menyaksikan langsung saat ISIS datang. Sri Rahayu mengaku mendengar orang-orang berlarian sambil berteriak ketakutan, ISIS memasuki Kota Raqqah dan merebut gudang senjata milik Batalion 17 Angkatan Darat Suriah.

Sejak saat itu, ISIS menguasai kota dan bendera hitam menjadi pemandangan lazim di Raqqah. Selama tinggal di bawah kontrol ISIS, Sri Rahayu selalu berabaya, berjilbab, dan bercadar serba hitam ketika keluar rumah atau sekadar membersihkan halaman agar tidak diketahui berasal dari Indonesia.

Suatu hari, saat perempuan pernah bekerja 20 tahun di Arab Saudi ini pergi berbelanja ke pasar melihat kepala-kepala manusia dijejerkan di pinggir jalan setelah dipenggal. Sri Rahayu membatalkan belanja dan lari pulang ketakutan ke rumah majikan.

Dari bahasa dan logat bicaranya, Sri Rahayu mengenali banyak tentara ISIS di Raqqah berasal dari Arab Saudi, Tunisia, India, dan beberapa orang kulit putih, tetapi tidak pernah bertemu orang Indonesia.

Di lain hari, Sri Rahayu disuruh majikannya membeli rokok secara sembunyi-sembunyi. Dia tahu ISIS mengharamkan rokok dan akan menghukum keras para perokok. Sebelum tiba di tempat penjual rokok, dia keburu dicegat dan ditanyai.

"Saya akan membeli sesuatu ke pasar,” jawab Sri Rahayu. Tentara ISIS itu lantas memerintahkan dia pulang karena tidak didampingi oleh lelaki muhrimnya. "Untung rokok belum di tangan," ujarnya.

Sejak Raqqah dikuasai ISIS, kebutuhan bahan pokok menjadi sangat sulit. Pada Ramadan 2014, dia bercerita mengantre membeli roti hingga terpaksa menginap di pabrik roti.

Jihadis ISIS berpawai di Kota Raqqah, Suriah, menggunakan kendaraan Toyota. (ABC News)

Markas ISIS dipindah dari Raqqah ke Dair az-Zur

Pemindahan itu berlangsung dua bulan lalu.

Duta Besar Indonesia untuk Suriah Djoko Harjanto berpose bareng peserta kursus bahasa Indonesia angkatan pertama digelar KBRI di Damaskus, 19 Juni 2016. (KBRI Damaskus buat Albalad.co)

KBRI Damaskus gelar kursus bahasa Indonesia gratis bagi warga Suriah

Angkatan pertama berlangsung selama 19 Juni-19 Juli 2016 dengan 16 peserta.

Pelatihan anggota milisi Ansar Bait al-Maqdis, jaringan ISIS di Semenanjung Sinai, Mesir. (Telegram.me/HaiAlaElJehad5 via MEMRI)

Jihadis ISIS dilarang cuti untuk persiapan pertahankan Raqqah

ISIS diyakini telah menetapkan keadaan darurat di Raqqah.

Jihadis ISIS Ali Saqr al-Qasim tega membunuh ibu kandungnya. (Twitter)

Kesal diajak tinggalkan Raqqah, jihadis ISIS bunuh ibu kandung

Lina al-Qasim didakwa murtad karena mengajak putranya, Ali Saqr al-Qasim, meninggalkan Raqqah.





comments powered by Disqus