kabar

Dianggap ancaman tinggi, Amerika akan tetap tahan Hambali

Hambali termasuk dalam 17 tahanan Guantanamo dinilai sangat mengancam keamanan Amerika Serikat.

18 Maret 2016 07:33

Amerika Serikat kemungkinan besar tetap akan menahan Encep Nurjaman alias Hambali alias Riduan Isamuddin, tersangka terorisme masih mendekam di kamp Guantanamo.

Alasannya, menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir, Amerika menganggap lelaki kelahiran Cianjur, Jawa Barat, pada 1964 ini sangat mengancam keamanan negara adikuasa itu.

"Saat ini ada sekitar 91 tahanan di sana (Guantanamo) dan 17 di antara meereka oleh Amerika sebagai ancaman tinggi terhadap pihak Amerika," kata Arrmanatha dalam jumpa pers mingguan di kantornya kemarin. "Informasi kita terima, Hambali salah satu ancaman tinggi itu."

Hambali dituduh terlibat dalam Bom Bali I pada 2002 menewaskan 202 orang. Dia ditangkap di pada 2003 di Kota Ayutthaya, Thailand, dalam operasi gabungan antara CIA (dinas rahasia luar negeri Amerika Serikat) dan polisi Thailand.

Nasib Hambali, mantan pemimpin militer Jamaah Islamiyah, sayap militer Al-Qaidah di Asia Tenggara, kembali menjadi sorotan setelah Presiden Amerika Barack Hussein Obama berkomitmen lagi akan menutup kamp Guantanamo menjelang masa jabatannya berakhir tahun ini.

Kamp militer dibangun sejak 2002 tadinya dihuni 779 tersangka teroris ditangkap dari beragam negara. Kampanye global antiteror itu dilancarkan Amerika setelah serangan teroris meruntuhkan dua menara kembar World Trade Center di Kota New York.

Pada 8 September 2006, Jakarta secara resmi meminta akses buat menjenguk Hambali di Guantanamo, namun sampai sekarang Amerika belum mengabulkan hal itu.

Rumah Keluarga Ibrahim, berisi masjid, gereja, dan sinagoge, bakal dibangun di Pulau Saadiyat, Uni Emirat Arab. (Gulf Business)

UEA bangun sinagoge pertama

Pembangunan sinagoge perdana di UEA ini berlangsung saat negara itu tengah menjalin hubungan baik dengan Israel, negara dengan komunitas Yahudi terbesar sejagat.

Jenderal Abdil Fatah as-Sisi bertemu Presiden Muhammad Mursi. (en.nasimonline.ir)

Revolusi meletup lagi di Mesir

Demonstrasi berlangsung sejak kemarin sudah menyebar ke seantero negara Nil itu.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Ketegangan dengan Iran meningkat, Saudi uji coba sirene tanda ada serangan udara

Bin Salman stres berat mengetahui dampak serangan terhadap dua fasilitas Aramco itu. "Dia sampai menenggak lebih banyak obat penenang," kata sumber Albalad.co dalam lingkungan istana.

Mahmud Syekhruhu, pilot yang melarikan Presiden Tunisia Zainal Abidin bin Ali ke Arab Saudi pada 14 Januari 2011. (Middle East Eye)

Mantan Presiden Tunisia Zainal Abidin bin Ali wafat

Perdana Menteri Tunisia Yusuf Syahid bilang dirinya akan mengizinkan mayat Bin Ali dimakamkan di negara asalnya.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

UEA bangun sinagoge pertama

Pembangunan sinagoge perdana di UEA ini berlangsung saat negara itu tengah menjalin hubungan baik dengan Israel, negara dengan komunitas Yahudi terbesar sejagat.

22 September 2019
Revolusi meletup lagi di Mesir
21 September 2019

TERSOHOR