kabar

ISIS bagikan permen rayakan Teror Brussels

"Ini sebagai perayaan atas serangan diberkahi terhadap kaum kafir di Brussels," kata ISIS.

23 Maret 2016 23:26

Milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) di Provinsi Dair az-Zur, timur Suriah, merayakan serangan teror di Ibu Kota Brussels, Belgia, dengan membagi-bagikan permen kepada kaum lelaki dan anak-anak.

Teror Brussels terjadi kemarin menewaskan 34 orang dan mencederai lebih dari 230 lainnya. Serangan bom bunuh diri itu terjadi di dua lokasi, yakni Bandar Udara Internasional Zaventem dan stasiun kereta bawah tanah Maalbeek.

Kelompok bersenjata dipimpin Abu Bakar al-Baghdadi itu telah mengklaim bertanggung jawab atas Teror Brussels.

Foto acara bagi-bagi permen sebagai bentuk kegembiraan terhadap keberhasilan Teror Brussels disebarluaskan ISIS. "Ini sebagai perayaan atas serangan diberkahi terhadap kaum kafir di Brussels," kata ISIS.

Teror Brussels ini berlangsung empat bulan setelah Teror Paris, terjadi November tahun lalu dan menewaskan 130 orang. ISIS juga mengaku bertanggung jawab atas insiden ini.

Suasana dalam kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem di hari pertama Ramadan, 17 Mei 2018. (Albalad.co)

Rabat batalkan rencana kota kembar dengan Guatemala karena pindahkan kedutaan ke Yerusalem

Guatemala baru membuka kedutaan besarnya di Ibu Kota Rabat, Maroko, November tahun lalu.

Dea, 2 tahun, menghadiri Aksi Islam Bela Al-Aqsa bareng ibunya di lapangan Monumen Nasional, Jakarta, 11 Mei 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Israel danai pemindahan Kedutaan Guatemala ke Yerusalem

Paraguay menyusul jejak Amerika dan Guatemala pekan depan.

Ulama Syiah berpengaruh asal Irak Muqtada Sadr bertemu Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman di Kota Jeddah, Arab Saudi, 30 Juli 2017. (Supplied)

Muqtada Sadr menangi pemilihan umum Irak

Dia merupakan putra dari ulama berpengaruh Muhammad Sadiq as-Sadr, dibunuh lantaran menentang rezim Saddam Husain.

Gerbang Kota Mosul, utara Irak. (Rudaw)

Lajang di Mosul susah kawin

Masyarakat Mosul umumnya konservatif. Bahkan sebelum ISIS bercokol di sana, jarang ada perempuan masih hidup sendirian ketika usia sudah menginjak kepala dua.





comments powered by Disqus