kabar

ISIS bagikan permen rayakan Teror Brussels

"Ini sebagai perayaan atas serangan diberkahi terhadap kaum kafir di Brussels," kata ISIS.

23 Maret 2016 16:26

Milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) di Provinsi Dair az-Zur, timur Suriah, merayakan serangan teror di Ibu Kota Brussels, Belgia, dengan membagi-bagikan permen kepada kaum lelaki dan anak-anak.

Teror Brussels terjadi kemarin menewaskan 34 orang dan mencederai lebih dari 230 lainnya. Serangan bom bunuh diri itu terjadi di dua lokasi, yakni Bandar Udara Internasional Zaventem dan stasiun kereta bawah tanah Maalbeek.

Kelompok bersenjata dipimpin Abu Bakar al-Baghdadi itu telah mengklaim bertanggung jawab atas Teror Brussels.

Foto acara bagi-bagi permen sebagai bentuk kegembiraan terhadap keberhasilan Teror Brussels disebarluaskan ISIS. "Ini sebagai perayaan atas serangan diberkahi terhadap kaum kafir di Brussels," kata ISIS.

Teror Brussels ini berlangsung empat bulan setelah Teror Paris, terjadi November tahun lalu dan menewaskan 130 orang. ISIS juga mengaku bertanggung jawab atas insiden ini.

Yair Lapid, kandidat kuat perdana menteri Israel dari Partai Yesh Atid. (Times of Israel/Courtesy)

Yair Lapid diberi kesempatan bentuk pemerintahan sekaligus singkirkan Netanyahu

"Ini akan menjadi pemerintahan sayap kiri berbahaya, kombinasi mematikan antara ketidakmampuan dan ketiadaan tanggung jawab," ujar Netanyahu.

Ibu Kota Doha, Qatar. (dohabus.com)

Tabrak lelaki Inggris hingga tewas, pangeran Qatar akan diadili tahun depan

Kejadiannya pada Agustus 2019, namun Syekh Hasan nasir ats-Tsani dibebaskan dengan membayar uang jaminan.

Yair Lapid, kandidat kuat perdana menteri Israel dari Partai Yesh Atid. (Times of Israel/Courtesy)

Netanyahu gagal bikin pemerintahan

Kalau kedua pilihan itu tidak berhasil, Israel harus menggelar pemilihan umum kelima sejak April 2019. Pesta demokrasi terakhir dilakukan pada 23 Maret lalu.

Mobil Peugeot berseliweran di sekitar Menara Azadi di jantung Ibu Kota Teheran, Iran, Juni 2016. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Diplomat Swiss tewas setelah jatuh dari apartemennya di Teheran

Kedutaan Swiss di Teheran juga mewakili kepentingan Amerika Serikat sejak kemenangan Revolusi Islam pada Februari 1979.





comments powered by Disqus