kabar

Tolak kasih gajinya US$ 17, bocah Suriah disembelih

Pelaku bernama Cengiz P., baru-baru ini dibebaskan dari penjara dan dikenal sebagai pecandu narkotik

29 Maret 2016 16:13

Fahri Ali, bocah Suriah berusia 13 tahun, disembelih seorang lelaki Turki setelah menolak menyerahkan gaji mingguannya sebesar 50 lira (US$ 17). Jenazah Ali dikuburkan kemarin.

Kejadian mengenaskan ini berlangsung Sabtu lalu di Karaylan, Provinsi Gaziantep, tenggara Turki. Pelaku bernama Cengiz P., baru-baru ini dibebaskan dari penjara dan dikenal sebagai pecandu narkotik, mendatangi toko perbaikan kulkas tempat Ali bekerja.

Cengiz lalu memalak Ali. Dia meminta bocah Turkmen dari Jarabulus, Suriah, itu menyerahkan gajinya. Karena Ali menolak, dia kemudian membawa korban ke halaman belakang toko dan di sanalah kepala Ali disembelih.

Setelah melakukan tindakan keji itu, Cengiz kabur dan melemparkan kepala Ali ke dalam sumur. Penduduk setempat tiba di lokasi kejadian dan segera menelepon polisi.

Polisi berhasil membekuk Cengiz malamnya. Dia mengakui perbuatannya itu. Setelah diotopsi, mayat Ali dimakamkan.

Suasana dalam kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem di hari pertama Ramadan, 17 Mei 2018. (Albalad.co)

Rabat batalkan rencana kota kembar dengan Guatemala karena pindahkan kedutaan ke Yerusalem

Guatemala baru membuka kedutaan besarnya di Ibu Kota Rabat, Maroko, November tahun lalu.

Dea, 2 tahun, menghadiri Aksi Islam Bela Al-Aqsa bareng ibunya di lapangan Monumen Nasional, Jakarta, 11 Mei 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Israel danai pemindahan Kedutaan Guatemala ke Yerusalem

Paraguay menyusul jejak Amerika dan Guatemala pekan depan.

Ulama Syiah berpengaruh asal Irak Muqtada Sadr bertemu Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman di Kota Jeddah, Arab Saudi, 30 Juli 2017. (Supplied)

Muqtada Sadr menangi pemilihan umum Irak

Dia merupakan putra dari ulama berpengaruh Muhammad Sadiq as-Sadr, dibunuh lantaran menentang rezim Saddam Husain.

Gerbang Kota Mosul, utara Irak. (Rudaw)

Lajang di Mosul susah kawin

Masyarakat Mosul umumnya konservatif. Bahkan sebelum ISIS bercokol di sana, jarang ada perempuan masih hidup sendirian ketika usia sudah menginjak kepala dua.





comments powered by Disqus