kabar

Takut istri dilihat orang, lelaki Saudi tutup jendela restoran pakai kafiyeh

Sebagian pihak menilai sang suami terlalu cemburuan.

29 Maret 2016 09:10

Seorang lelaki Arab Saudi tidak diketahui identitasnya menutup jendela restoran menggunakan kafiyeh, orang Saudi menyebut syammagh. Dia khawatir orang bakal melirik istrinya saat keduanya sedang makan bareng.

Kejadian ini dipotret dan disebarluaskan di media sosial hingga tidak terkendali.

Sebagian pihak menyokong tindakan pria itu, yang lain menilai sang suami benar-benar cemburuan. Sebagian lagi menganggap perbuatan lelaki itu karena terlalu takut kehilangan istrinya.

Foto peristiwa itu menjadi bahan perbincangan di Twitter hingga muncul tanda pagar #suami tutupi istrinya dengan syammagh. Dalam beberapa jam saja, foto itu telah dilihat 121 ribu kali.

Dr Izzudin an-Nimr dari Universitas Al-Qassim di Provinsi Al-Qassim, Arab Saudi, menilai tindakan lelaki itu alamiah saja dalam sebuah masyarakat memiliki budaya melindungi dan bukan sesuatu jarang terjadi.

Warga Libanon berunjuk rasa pada 14 Mei 2021 di wilayah Metula, perbatasan Libanon-Israel, menentang Perang Gaza. (Telegram)

Satu pemuda Libanon luka ditembak tentara Israel akhirnya wafat

Muhammad Qasim Tahhan disebut sebagai tentara cadangan Hizbullah.

Demonstran pada 10 Mei 2021 membakar pagar tembok Konsulat jenderal Iran di Kota Karbala, Irak. Mereka memprotes pembunuhan Ihab al-Wazni, aktivis antipemerintah terjadi di Karbala kemarin. (Screenshot)

Protes pembunuhan aktivis antipemerintah, demonstran bakar pagar Konsulat Iran di Karbala

Masyarakat Syiah di Irak memang terbelah dua, ada yang berkiblat ke Iran dan ada pula yang setia kepada pemimpin Syiah Irak Ayatullah Ali Sistani.

Jamaah umrah sedang bertanya kepada petugas keamanan. (Saudi Gazette)

Saudi umumkan haji akan digelar tapi belum jelas haji domestik atau internasional

Setelah pandemi Covid-19 meletup Maret tahun lalu, Saudi cuma membolehkan penduduk Saudi buat berhaji. Itu pun jumlahnya terbatas, seribu orang saja.

Alireza Fazeli Munfarid, pemuda Iran berumur 20 tahun, dibunuh keluarga setelah ketahuan dia menjadi gay. (Twitter)

Pemuda gay di Iran dibunuh keluarganya

Pasangan gay ketahuan bercinta diancam hukuman mati. Sedangkan mereka ketangkap berciuman, berpegangan tangan, dan saling perhatian akan dikenai hukuman cambuk di muka umum.





comments powered by Disqus