kabar

Kunjungan wartawan Indonesia ke Israel sudah direncanakan sejak Desember 2015

Netanyahu berharap rombongan wartawan diundang bisa membantu terwujudnya hubungan diplomatik kedua negara.

30 Maret 2016 01:53

"Kami berencana mengundang rombongan wartawan Indonesia ke Israel," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel Emmanuel Nahshon kepada Faisal Assegaf dari Albalad.co Desember tahun lalu. "Kamu akan masuk dalam daftar undangan."

Nahshon bilang kunjungan itu dijadwalkan Februari atau Maret tahun ini. Namun Namun Albalad.co akhirnya dinilai tidak pantas diundang. Reputasi Albalad.co sudah lama buruk di mata negara Zionis itu.

"Kamu punya hubungan dekat dengan orang-orang Hamas. Kamu juga pernah punya blog Hamaslovers," ujar Nahshon memberi alasan.

Rencana lawatan rombongan wartawan Indonesia itu akhirnya terlaksana bulan ini. Dalam laman resminya, Kementerian Luar Negeri Israel bilang Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menerima mereka kemarin sore.

"Sudah tiba waktunya untuk terciptanya hubungan resmi antara Indonesia dan Israel," kata Netanyahu kepada enam wartawan Indonesia itu. "Kita memiliki banyak peluang untuk bekerja sama di bidang air dan teknologi."

Pemimpin dari Partai Likud ini menjelaskan negara Bintang Daud sudah menjalin kerja sama mengesankan dengan sejumlah negara Asia, terutama Cina, Jepang, India, dan Vietnam. Dia mengklaim hubungan Israel dengan negara-negara Arab juga sudah berubah. Netanyahu mengatakan kedua pihak sudah beraliansi dalam memerangi Islam radikal, merujuk pada ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah).

Karena itu, Netanyahu menyatakan hubungan Israel dan Indonesia juga mesti berubah. Dia mengaku berteman dengan sejumlah orang Indonesia di Facebook. "Alasan-alasan menghalangi terbinanya hubungan kedua negara tidak lagi relevan," ujar Netanyahu. Saya berharap kunjungan kalian bakal membantu mewujudkan hal ini."

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berkomunikasi dengan Muhammad Saud, narablog Arab Saudi, melalui aplikasi telepon video Facetime pada 26 Desember 2019. (Screengrab)

Pejabat Israel klaim Indonesia kian dekat dengan Israel

"Itu kan cuma klaim sepihak," ujar seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Indonesia.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel Lior Hayat. (Lior Hayat buat Albalad.co)

Indonesia dan Israel sama-sama rugi kalau tidak bina hubungan resmi

Negara Zionis itu tidak memiliki ganjalan buat menjalin hubungan resmi dengan Indonesia.

Mantan menteri Komunikasi Israel Ayub Kara. Dia adalah orang kepercayaan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk urusan negara Arab dan muslim. (Wikipedia)

Orang kepercayaan Netanyahu sebut Indonesia sangat butuh teknologi dari Israel

"Isu Palestina tidak lagi relevan saat ini. Negara-negara Timur Tengah juga sudah berhenti membahas masalah Palestina. Mereka tidak peduli lagi dengan Palestina, menyedihkan," ujar Ayub Kara.

Delegasi muslim asal Indonesia, termasuk dua pejabat MUI - Profesor Istibsyaroh dan Kiai Mayshudi Suhud - saat diterima di kediaman Presiden Israel Reuven Rivlin pada 18 Januari 2017. (Albalad.co/Istimewa)

Netanyahu: Kami ingin bina hubungan diplomatik dengan Indonesia

Sudah tiga kali terjadi pertemuan antara perdana menteri Israel dengan pemimpin Indonesia, yaitu Yitzhak Rabin dan Soeharto (1993), Abdurrahman Wahid dan Ehud Barak (2001), serta Jusuf Kalla dan Netanyahu (2018).





comments powered by Disqus