kabar

Media Arab Saudi bungkam meski Raja Salman terlibat skandal Mossack Fonseca

Hingga artikel ini dilansir, Raja Salman belum mengomentari skandal menghebohkan itu.

05 April 2016 21:12

Media-media di Arab Saudi bungkam. Tidak ada satu pun yang berani memberitakan soal keterlibatan Raja Salman bin Abdul Aziz dalam skandal Mossack Fonseca tengah mengguncang dunia.

Hingga artikel ini dilansir, Raja Salman belum mengomentari skandal menghebohkan itu.  

Skandal itu terkuak setelah jutaan data rahasia itu diperoleh surat kabar terbitan Jerman Süddeutsche Zeitung dari seorang sumber anonim. Bocoran ini kemudian dibagikan oleh ICIJ (Konsorsium Internasional Wartawan Investigasi) kepada Guardian dan BBC.

Skandal penggelapan pajak, pencucian uang, dan penyimpanan harta secara rahasia lewat jasa Mossack Fonseca, perusahaan hukum rahasia berkantor pusat di Panama, juga melibatkan sejumlah pemimpin Arablainnya.

Selain Raja Salman, Presiden Uni Emirat Arab Syekh Khalifah bin Zayid an-Nahyan, Presiden Suriah Basyar al-Assad, mantan Presiden Mesir Husni Mubarak, dan mendiang Pemimpin Libya Muammar al-Qaddafi terlibat pula.

Juga ada mantan Presiden Mesir Husni Mubarak, bekas Perdana Menteri Irak Ayad Allawi, mantan Perdana Menteri Yordania Ali Abu ar-Raghib, bekas Perdana Menteri Qatar Syekh Hamad bin Jassim ats-Tsani, mantan Emir Qatar Syekh Hamad bin Khalifah ats-Tsani, bekas Presiden Sudan Ahmad Ali al-Mirghani.
 
Data ini mencakup kegiatan Mossack Fonseca, memiliki 37 kantor cabang di lebih dari 25 negara, selama hampir 40 tahun, dari 1977 hingga akhir 2015, dan berisi sampai 15.600 dokumen perusahaan dibuat bagi para klien ingin menyembunyikan harta mereka.

Kerja Mossack Fonseca ini melibatkan jaringan bankir, akuntan, pengacara, dan para calo.

Menurut ICIJ, ada sepuluh bank paling banyak meminta Mossack Fonseca membikin perusahaan di luar negeri bagi klien-klien mereka, yakni Experta Corporate & Trust Services, Banque J. Safra Sarasin - Luxembourg S.A., Credit Suisse Channel Islands Limited, HSBC Private Bank (Monaco) S.A., HSBC Private Bank (Suisse) S.A., UBS AG (Succ. Rue du Rhone), Coutts & Co. Trustees (Jersey), Societe Generale Bank & Trust Luxembourg, Landsbanki Luxembourg S.A., dan Rothschild Trust Guernsey Limited.

Mossack Fonseca membantah pernah dituduh melakukan kejahatan selama beroperasi lebih dari 40 tahun. "Jika kami menemukan kegiatan mencurigakan atau keliru, kami segera melaporkan itu kepada pihak berwenang," katanya lewat keterangan tertulis. "Sama juga, ketika pihak berwenang mendekati kami dengan bukti penyelewengan, kami selalu bekerja sama penuh dengan mereka.

Direktur ICIJ Gerard Ryle mengungkapkan dokumen itu berisi kegiatan sehari-hari di Mossack Fonseca selama empat dasawarsa. "Saya kira bocoran ini akan membuktikan itu skandal terbesar pernah terjadi karena begitu banyaknya dokumen," ujarnya.

Seorang jihadis mengganti salib dengan bendera ISIS di sebuah gereja di Kota Mosul, utara Irak. (Twitter)

Turki deportasi seorang kombatan ISIS asal Amerika

Muhammad Darwis B. tadinya terjebak di antara Turki dan Yunani karena ditolak oleh Amerika dan Yunani.

Jafar Muhammad, sopir tuk-tuk tiap hari membantu mengevakuasi demonstran luka di Baghdad, Irak. (NBC News)

Seliwer tuk-tuk di Midan Tahrir

Sopir tuk-tuk menjadi jawaban atas kebuntuan dihadapi ambulans dan truk pemasok logistik kerap terjebak di tengah lautan massa menuntut Perdana Menteri Irak Adil Abdul Mahdi mundur.

Ulama Arab Saudi Syekh Awad al-Qarni. (Twitter)

Ulama tersohor Arab Saudi diracuni obat dalam penjara

Pihak penjara sengaja memberikan obat keliru kepada Syekh Awad. Pemberian obat itu berakhir bulan lalu. 

Pemimpin Hizbullah Hasan Nasrallah dan putranya, Jawad Nasrallah. (Arabi21)

Twitter tutup akun milik putra pemimpin Hizbullah

Amerika memasukkan Jawad dalam daftar teroris bulan lalu. Washington DC menyatakan dia bertanggung jawab atas serangan teror terhadap Israel di Tepi Barat.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

isis rusak gereja

Turki deportasi seorang kombatan ISIS asal Amerika

Muhammad Darwis B. tadinya terjebak di antara Turki dan Yunani karena ditolak oleh Amerika dan Yunani.

15 November 2019

TERSOHOR