kabar

25 bujangan di sebuah desa di Turki protes karena tidak ada perawan mau dinikahi

Pernikahan di Desa Uzulum terakhir kali berlangsung sembilan tahun lalu.

07 April 2016 10:15

Sebanyak 25 bujangan di Desa Uzumlu, selatan Turki, Selasa lalu berunjuk rasa di jalan. Mereka memprotes kaum hawa di desa itu karena menolak menikah dengan mereka, seperti dilansir stasiun televisi CNN Turk.

Perawan-perawan Uzumlu menolak kawin dengan lelaki lajang sedesa karena tidak mau tinggal selamanya di sana.

Para demonstran membawa sejumlah spanduk berisi desakan kaum perawan mau tinggal di desa ketimbang pindah ke kota. Untuk menunjukkan keinginan besar untuk berumah tangga, seorang pengunjuk rasa membawa spanduk meminta pertolongan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Dia berjanji setelah menikah mempunyai lima anak.

Erdogan sebelumnya mendorong rakyat Turki untuk mempunyai paling sedikit tiga anak.

Mustafa Basybilan, Kepala Desa Uzulum, bilang dari 233 penduduk desa, 25 orang adalah lelaki lajang berumur antara 25 hingga 45 tahun. Dia menambahkan pernikahan terakhir di desa ini berlangsung sembilan tahun lalu dan waktu itu jumlah penduduk 400 orang.

Dia menjelaskan perempuan di desanya lebih suka pindah ke kota, sedangkan lelakinya tetap tinggal mengurus lahan peninggalan kakek mereka. Dia menegaskan tidak bisanya para pemuda menikah merupakan persoalan besar bagi desanya.  

Pemimpin Hizbullah Hasan Nasrallah dan putranya, Jawad Nasrallah. (Arabi21)

Hizbullah gali terowongan dari Beirut hingga selatan Libanon

Jaringan terowongan Hizbullah dari Beirut ini berujung hingga tiga kilometer sebelum pagar batas dengan Israel.

Warga Libanon berunjuk rasa pada 14 Mei 2021 di wilayah Metula, perbatasan Libanon-Israel, menentang Perang Gaza. (Telegram)

Satu pemuda Libanon luka ditembak tentara Israel akhirnya wafat

Muhammad Qasim Tahhan disebut sebagai tentara cadangan Hizbullah.

Demonstran pada 10 Mei 2021 membakar pagar tembok Konsulat jenderal Iran di Kota Karbala, Irak. Mereka memprotes pembunuhan Ihab al-Wazni, aktivis antipemerintah terjadi di Karbala kemarin. (Screenshot)

Protes pembunuhan aktivis antipemerintah, demonstran bakar pagar Konsulat Iran di Karbala

Masyarakat Syiah di Irak memang terbelah dua, ada yang berkiblat ke Iran dan ada pula yang setia kepada pemimpin Syiah Irak Ayatullah Ali Sistani.

Jamaah umrah sedang bertanya kepada petugas keamanan. (Saudi Gazette)

Saudi umumkan haji akan digelar tapi belum jelas haji domestik atau internasional

Setelah pandemi Covid-19 meletup Maret tahun lalu, Saudi cuma membolehkan penduduk Saudi buat berhaji. Itu pun jumlahnya terbatas, seribu orang saja.





comments powered by Disqus