kabar

Raja Abdullah bantu ongkos renovasi kubur Yesus

Proyek itu diperkirakan selesai awal 2017.

12 April 2016 01:53

Raja Abdullah dari Yordania akan menggelontorkan fulus pribadi untuk membantu merenovasi kubur Yesus, seperti dilansir the Jordan Times. Namun tidak disebutkan berapa jumlah dana bakal dikeluarkan penguasa kerajaan Bani Hasyim itu.

Proyek perbaikan kubur Yesus - berlokasi dalam Gereja Makam Yesus di Kota Tua, Yerusalem Timur - bakal dimulai bulan depan dan dijadwalkan selesai awal 2017. Selama pengerjaan, peziarah masih bisa mengunjungi situs paling suci bagi kaum Nasrani sedunia itu.

Keputusan Raja Abdullah itu disampaikan lewat surat kepada Theophilos III, pemimpin Kristen Yunani Orthodoks di Yerusalem.

Menurut kantor berita Petra, Theophilos III telah meneken sebuah kesepakatan dengan the National Technical University of Athens Maret lalu untuk memperbaiki kondisi makam Yesus, bekerja sama dengan komunitas Kristen Armenia dan Fransiskan di Yerusalem.

Kondisi bangunan bergaya abad ke-16 di atas makam Yesus memang memprihatinkan setelah terjadi gempa pada 1927. Kubahnya sudah goyah dan kini dikat dengan cangkang besi melingkupi makam. Renovasi dilakukan pada 1950-an terhenti satu dasawarsa kemudian.

Sesuai kesepakatan empat komunitas Nasrani terbesar di Yerusalem pada 22 Maret lalu - Yunani Orthodoks, Armenia Orthodoks, Fransiskan, dan Katolik Romawi - tiap aliran bakal menyumbang sepertiga dari total anggaran diperlukan untuk memperbaiki kubur Yesus sebesar US$ 3,4 juta. Sebuah bank di Yunani telah mendonasikan US$ 57 ribu buat mendirikan struktur penyangga sementara.

Bangunan itu didirikan awal abad ke-19 di atas gua tempat di mana Yesus diyakini dikubur setelah disalib.

Demonstran pada 10 Mei 2021 membakar pagar tembok Konsulat jenderal Iran di Kota Karbala, Irak. Mereka memprotes pembunuhan Ihab al-Wazni, aktivis antipemerintah terjadi di Karbala kemarin. (Screenshot)

Protes pembunuhan aktivis antipemerintah, demonstran bakar pagar Konsulat Iran di Karbala

Masyarakat Syiah di Irak memang terbelah dua, ada yang berkiblat ke Iran dan ada pula yang setia kepada pemimpin Syiah Irak Ayatullah Ali Sistani.

Jamaah umrah sedang bertanya kepada petugas keamanan. (Saudi Gazette)

Saudi umumkan haji akan digelar tapi belum jelas haji domestik atau internasional

Setelah pandemi Covid-19 meletup Maret tahun lalu, Saudi cuma membolehkan penduduk Saudi buat berhaji. Itu pun jumlahnya terbatas, seribu orang saja.

Alireza Fazeli Munfarid, pemuda Iran berumur 20 tahun, dibunuh keluarga setelah ketahuan dia menjadi gay. (Twitter)

Pemuda gay di Iran dibunuh keluarganya

Pasangan gay ketahuan bercinta diancam hukuman mati. Sedangkan mereka ketangkap berciuman, berpegangan tangan, dan saling perhatian akan dikenai hukuman cambuk di muka umum.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman kucilkan satu suku karena tolak proyek Kota Neom

"Tidak ada Internet, tidak ada saluran komunikasi," kata Alia.





comments powered by Disqus