kabar

Polisi syariah Arab Saudi diwajibkan bertindak sopan saat bertugas

Pada 2002, mutawa dituding mencegah penyelamatan pelajar putri dari lokasi kebakaran di sekolah mereka, karena mereka tidak berabaya dan berjilbab saat berusaha lari menyelamatkan diri.

14 April 2016 15:12

Rapat kabinet berlangsung Senin lalu di Ibu Kota Riyadh mengesahkan aturan baru bagi anggota kepolisian syariah Arab Saudi atau dikenal dengan sebutan mutawa atau haia. Mereka diwajibkan bertindak sopan dan tidak berlaku kasar saat bertugas.

Aturan baru ini melarang polisi syariah menginterogasi, meminta kartu identitas, mengejar, menangkap, dan menahan siapa saja diduga melanggar syariat Islam. "Haia bertanggung jawab melaporkan dugaan kejahatan disaksikan saat berpatroli kepada pihak berwenang," kata kebijakan baru ini. "Pengejaran, penangkapan, interogasi, dan penahanan tersangka menjadi wewenang otoritas relevan (sesuai jenis kejahatan)."

Banyak warga Arab Saudi menuding polisi syariah kian bertindak kasar, suka memeras dan memukuli orang di tempat umum.

Sesuai aturan baru itu, polisi syariah Arab Saudi wajib menunjukkan kartu tanda pengenal, nama, jabatan, kewenangan, dan jam kerja. Mereka mesti berkarakter baik dan tidak pernah dipenjara lebih dari setahun.

Polisi syariah di Arab Saudi, diperkirakan berjumlah sekitar lima ribu personel, berpatroli di taman-taman, jalan, pusat belanja, dan kedai-kedai kopi. Mereka memerangi pecandu narkotik, memastikan lelaki dan perempuan bukan muhrim tidak berinteraksi di tempat umum, serta menjamin toko-toko tutup selama waktu pelaksanaan salat lima waktu.

Polisi syariah di negara Kabah itu kerap memberhentikan mobil berisi lelaki dan perempuan atau orang berjalan berduaan di muka umum, buat memastikan mereka berstatus suami istri. Aturan itu juga tetap mewajibkan polisi syariah memastikan kaum hawa di sana berabaya dan berjilbab selama di tempat umum.

Sudah banyak kasus polisi syariah di Arab Saudi bertindak kelewatan. Mereka pernah mengusir seorang perempuan dari mal karena tidak bersarung tangan, meski dia berabaya dan berjilbab serba hitam.

Ketika peringatan hari lahir negara Arab Saudi pada 2013, polisi syariah memburu dua lelaki saudara kandung karena melanggar aturan hingga keduanya tewas karena kecelakaan.

Pada 2002, mutawa dituding mencegah penyelamatan pelajar putri dari lokasi kebakaran di sekolah mereka, karena mereka tidak berabaya dan berjilbab saat berusaha lari menyelamatkan diri. Sebanyak 14 gadis belia tewas dalam kebakaran itu.

Februari lalu, sejumlah polisi syariah menangkap dua gadis di sebuah pusat belanja di Riyadh. Salah satunya didorong hingga jatuh sampai betisnya kelihatan.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Ketambahan 1.618 kasus baru, jumlah penderita Covid-19 di Saudi jadi 83.384 orang

Pengidap Covid-19 di Makkah bertambah menjadi 15.272 orang, termasuk 215 meninggal.

Jalan di sekitar Masjid Al-Haram, Kota Makkah sepi dari kendaraan sejak Arab Saudi memberlakukan jam malam pada 23 Maret 2020. (Haramain Info)

Haji dan dilema Saudi

Ada tiga hal menjadi pertimbangan bagi Raja Salman atau Bin Salman untuk memutuskan jadi tidaknya pelaksanaan haji tahun ini.

Suasana di pelataran Masjid Al-Haram, Kota Makkah, setelah Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz memerintahkan isolasi terhadap kota Makkah, Madinah, Riyadh pada 25 Maret 2020. (Haramain Info)

ISIS kecam ulama Saudi mengizinkan penutupan masjid buat cegah Covid-19

Mulai besok, Saudi mencabut larangan salat berjamaah di smeua masjid kecuali di Kota Makkah.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan penguasa Oman Sultan Qabus bin Said di Muskat, 26 Oktober 2018. (Courtesy)

Diplomat Sudan diterbangkan ke Israel untuk dirawat karena Covid-19 akhirnya meninggal

Hubungan Israel-Sudan mencair setelah Al-Burhan bertemu Netanyahu di Uganda Februari lalu. Kedua pemimpin sepakat buat menormalisasi relasi kedua negara.





comments powered by Disqus