kabar

Jusuf Kalla akui OKI gagal satukan negara-negara Islam

"Dunia Islam semakin terpecah belah. Persatuan kian jauh dari kenyataan," katanya.

16 April 2016 12:52

Dalam pidatonya kemarin di Konferensi Tingkat Tinggi OKI (Organisasi Konferensi Islam), berlangsung di Kota Istanbul, Turki, Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla mengakui organisasi beranggotakan 57 negara - terbesar kedua setelah Perserikatan Bangsa-Bangsa - ini telah gagal menyatukan negara-negara Islam.

Kalla menjelaskan dunia Islam terperangkap oleh konflik, kemiskinan, dan bencana kemanusiaan. "Dunia Islam semakin terpecah belah. Persatuan kian jauh dari kenyataan," katanya di hadapan kepala negara dan kepala pemerintahan hadir dalam konferensi OKI ke-13 itu, seperti siaran pers diterima Albalad.co hari ini dari Juru bicara wakil presiden Husain Abdullah.

Dia bilang jutaan kaum muslim menderita setiap hari akibat konflik, perang, dan terorisme. Dia mencontohkan konflik bersenjata berkepanjangan terjadi di Afghanistan, Irak, Suriah, dan Yaman.

Lebih menyediahkan lagi, menurut Kalla, dunia Islam tidak berdaya mengahdapi situasi itu. "Kenyataan menyedihkan...kita sebagai dunia Islam telah gagal. OKI telah gagal mempersatukan anggotanya," ujar Kalla seraya mengutip surat Al-Maidah ayat kedua.

Dia menegaskan politik dan ego sektarian sebagai penyebab terpecah belahnya negara-negara Islam. Dia menambahkan sebagai bangsa, tiap negara Islam berbeda dalam hal budaya, bahasa, sistem pemerintahan, dan cara melaksanakan agama Islam.

Kalla mengatakan semua negara muslim bertanggung jawab untuk merealisasikan Islam sebagai rahmatan lil-alamin. "Agama berkontribusi bagi perdamaian, pembangunan, dan keadilan sosial," tutur Kalla. "Sudah saatnya kita berhenti berdebat. Sudah tepat bagi kita buat meningkatkan saling pengertian dan toleransi."

Demonstran pada 10 Mei 2021 membakar pagar tembok Konsulat jenderal Iran di Kota Karbala, Irak. Mereka memprotes pembunuhan Ihab al-Wazni, aktivis antipemerintah terjadi di Karbala kemarin. (Screenshot)

Protes pembunuhan aktivis antipemerintah, demonstran bakar pagar Konsulat Iran di Karbala

Masyarakat Syiah di Irak memang terbelah dua, ada yang berkiblat ke Iran dan ada pula yang setia kepada pemimpin Syiah Irak Ayatullah Ali Sistani.

Jamaah umrah sedang bertanya kepada petugas keamanan. (Saudi Gazette)

Saudi umumkan haji akan digelar tapi belum jelas haji domestik atau internasional

Setelah pandemi Covid-19 meletup Maret tahun lalu, Saudi cuma membolehkan penduduk Saudi buat berhaji. Itu pun jumlahnya terbatas, seribu orang saja.

Alireza Fazeli Munfarid, pemuda Iran berumur 20 tahun, dibunuh keluarga setelah ketahuan dia menjadi gay. (Twitter)

Pemuda gay di Iran dibunuh keluarganya

Pasangan gay ketahuan bercinta diancam hukuman mati. Sedangkan mereka ketangkap berciuman, berpegangan tangan, dan saling perhatian akan dikenai hukuman cambuk di muka umum.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman kucilkan satu suku karena tolak proyek Kota Neom

"Tidak ada Internet, tidak ada saluran komunikasi," kata Alia.





comments powered by Disqus