kabar

Penghapusan larangan menyetir bagi perempuan di Saudi tergantung keputusan masyarakat

Mufti Agung Arab Saudi Syekh Abdul Aziz bin Abdullah asy-Syekh bulan ini berfatwa perempuan menyetir mobil bisa mengundang syahwat lelaki.

26 April 2016 17:37

Berbicara kepada wartawan setelah mengumumkan Visi Arab Saudi 2030 kemarin di Ibu Kota Riyadh, Wakil Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman menegaskan penghapusan larangan menyetir mobil bagi kaum hawa tergantung pada keputusan masyarakat bukan pemerintah.

Dia menjelaskan perubahan tidak bisa dipaksakan. "Selama ini masyarakat tidak membolehkan (perempuan mengemudi) dan itu memiliki pengaruh negatif," kata Pangeran Muhammad. "Tapi kami menekankan isu itu tergantung keputusan masyarakat Saudi."

Meski mengklaim sebagai pelaksana syariat Islam, Arab Saudi dipandang membatasi hak-hak kaum hawa, termasuk mengharamkan mereka menyetir. Arab Saudi menjadi satu-satunya negara tidak membolehkan perempuan mengemudi meski tidak ada aturan tertulis mengenal larangan itu.

Kaum ulama pun menyokong larangan ini. Mufti Agung Arab Saudi Syekh Abdul Aziz bin Abdullah asy-Syekh bulan ini berfatwa perempuan menyetir mobil bisa mengundang syahwat lelaki.

Seorang ulama Saudi tahun lalu mengklaim kaum hawa di negara-negara Barat diizinkan mengemudi karena mereka tidak menolak bila mau diperkosa.  

Tahun lalu, aktivis bernama Lujain al-Hathlul dipenjara sepuluh pekan setelah menyetir mobil dari Uni Emirat Arab menuju perbatasan Arab Saudi.  

Kesetaraan hak perempuan dan lelaki memang menjadi isu serius sejak negeri Dua Kota Suci itu berdiri hampir seabad lalu. Sampai sekarang perempuan mesti mendapat izin dari muhrimnya bila ingin ke luar rumah, bekerja, menikah, kuliah, berobat, dan mendapatkan paspor.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bom waktu di negara Kabah

Raja Salman sudah menanam bom waktu itu sejak April 2015, tiga bulan setelah dirinya naik takhta.

Pangeran Khalid bin Farhan dari Arab Saudi, mendapat suaka politik di Jerman sejak 2013. (Middle East Eye)

Pangeran Arab Saudi serukan kudeta terhadap Raja Salman

"Kalau Ahmad dan Muqrin bersatu, saya yakin 99 persen anggota keluarga kerajaan, pasukan keamanan, dan tentara akan mendukung mereka," kata Pangeran Khalid, mendapat suaka politik di Jerman sedari 2013.

Suasana dalam kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem di hari pertama Ramadan, 17 Mei 2018. (Albalad.co)

Rabat batalkan rencana kota kembar dengan Guatemala karena pindahkan kedutaan ke Yerusalem

Guatemala baru membuka kedutaan besarnya di Ibu Kota Rabat, Maroko, November tahun lalu.

Dea, 2 tahun, menghadiri Aksi Islam Bela Al-Aqsa bareng ibunya di lapangan Monumen Nasional, Jakarta, 11 Mei 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Israel danai pemindahan Kedutaan Guatemala ke Yerusalem

Paraguay menyusul jejak Amerika dan Guatemala pekan depan.





comments powered by Disqus