kabar

Ditagih soal gaji telat, pejabat Binladin Group tabrak pekerja

Buruh proyek Binladin Group di Bandar Udara Raja Abdul Aziz, Jeddah, sudah empat bulan tidak digaji.

29 April 2016 09:43

Lima pekerja proyek Saudi Binladin Group luka setelah mobil dikendarai seorang pejabat perusahaan itu menabrak sekelompok karyawan berunjuk rasa menuntut pembayaran gaji telat.

Insiden itu terjadi Rabu lalu di lokasi proyek dikerjakan Binladin Group di Bandar Udara Internasional Raja Abdul Aziz di Kota Jeddah, Arab Saudi. Buruh berunjuk rasa itu telah empat bulan tidak menerima gaji.

Sejumlah saksi menceritakan ketika sedang berdemonstrasi, para pekerja Binladin Group itu melihat seorang pejabat perusahaan milik keluarga besar Usamah Bin Ladin itu keluar kantor. Mereka bergegas menghadang mobil pejabat Binladin Group itu. Nahas, sang pejabat melaju terus dan menghantam buruh berusaha menghalangi.

Para pengunjuk rasa marah kemudian menyerbu masuk ke dalam kantor Binladin Group di lokasi proyek. Mereka merusak semua properti.

Gara-gara keterlambatan gaji karyawan, Kementerian Tenaga Kerja Arab Saudi telah menghentikan semua layanan bagi Binladin Group. Ahmad al-Ghamdi, Direktur Media Binladin Group wilayah Makkah, mengungkapkan sudah menerima laporan soal telatnya pembayaran gaji terhadap 1.150 karyawan Binladin Group.

Sektor konstruksi di Arab Saudi menjadi korban melorotnya harga minyak mentah global. Karena isu ini, pemerintah menunda pembayaran proyek sebagai bentuk penghematan anggaran negara.

Binladin Group kian terpojok setelah kasus jatuhnya sebuah derek raksasa di Masjid Al-Haram di Kota Makkah. Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz memutuskan tidak akan lagi memberikan proyek pemerintah kepada Binladin Group sebagai sanksi.  

Jet pribadi bernomor HZ-SK1 mengangkut para pembunuh wartawan Khashoggi meninggalkan Bandar Udara Ataturk di Kota Istanbul, Turki, menuju Riyadh, Arab Saudi, pada 2 Oktober 2018 pukul 18.20 waktu setempat.(Screengrab)

Potongan tubuh Khashoggi diduga dibawa ke Riyadh

Mayat Khashoggi dimutilasi menjadi 15 bagian.

Pangeran Khalid bin Farhan dari Arab Saudi, mendapat suaka politik di Jerman sejak 2013. (Middle East Eye)

Pangeran pembangkang desak Raja Salman lengser

Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz cocok menjadi pengganti.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz pada 19 Oktober 2018 memberhentikan Saud al-Qahtani dari jabatan penasihat istana. (Arab News)

Penasihat istana: Segalanya atas perintah Raja Salman dan putera mahkota

Saud al-Qahtani pernah memperingatkan Jamal Khashoggi untuk berhenti mengkritik kebijakan-kebijakan pemerintah Arab Saudi.

Kepala Badan Intelijen Arab saudi jenderal Ahmad as-Sirri. (Al-Arabiya)

Arab Saudi pecat kepala intelijen dan penasihat istana karena terlibat pembunuhan Khashoggi

Berdasarkan hasil investigasi internal Arab Saudi, Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman, merupakan anak dari Raja Salman, tidak mengetahui operasi pembunuhan Khashoggi.





comments powered by Disqus