kabar

Qatar berunding secara rahasia dengan suku-suku Syiah di Irak buat bebaskan sandera

Sejumlah pangeran dari Qatar masih ditawan.

30 April 2016 14:38

Selama empat bulan belakangan, para pejabat dari Doha telah berunding secara rahasia dengan suku-suku di Basrah, selatan Irak, untuk membebaskan 24 sandera, termasuk sejumlah pangeran asal Qatar dari keluarga Ats-Tsani.

Para sandera itu merupakan rombongan pemburu elang diculik sekitar seratus lelaki bersenjata di selatan Irak Desember tahun lalu. Ketika insiden itu terjadi, 26 orang ditawan.

Rombongan pemburu elang itu memang mendapat izin resmi dari pemerintah Irak untuk berekspedisi di selatan Irak. Karena itu Qatar mendesak Baghdad segera melepaskan semua sandera. Sejumlah pejabat bilang lebih dari satu pangeran diculik dalam kejadian itu.

Para pemburu elang dari negara-negara Arab Teluk memang biasa ke Irak saban musim dingin buat membeli elang dan memburu burung puyuh Hubara, dagingnya amat disukai kaum Arab supertajir.

Namun awal bulan ini Kementerian Luar Negeri Qatar mengumumkan penculik telah membebaskan dua orang, termasuk satu pangeran dari negara Arab Teluk itu. Tapi tidak ada penjelasan apakah pembebasan dua orang itu terjadi setelah Qatar membayar uang tebusan.

Merasa frustasi dengan pemerintah Irak, Qatar dan Kuwait tidak mengajak Baghdad dalam proses perundingan itu. Mereka merasa pemerintahan Perdana Menteri Haidar al-Abadi tidak lagi berkuasa.

"Tidak ada gunanya menghubungi Haidar al-Abadi atau orang-orangnya," kata seorang pejabat tinggi dari sebuah negara Arab Teluk. "Suku dan milisi berkuasa, terutama Asaib Ahlul Haq. Mereka menertawai pemerintah. Merekalah penguasa Irak sebenarnya, khususnya di kawasan Syiah."

Selain memerangi milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) di utara dan barat Baghdad, Abadi tengah menghadapi tekanan dari kelompok dipimpin ulama Syiah Muqtada as-Sadr. Para pengunjuk rasa menuntut Abadi merombak kabinet untuk memberantas korupsi.

Penduduk Basrah pun mengakui pemerintah Irak memang tidak berdaya untuk membantu proses pembebasan sandera. "Bahkan bila mereka mau, mereka tidak dapat menolong. Benar-benar memalukan mempunyai pemerintah selemah ini," ujar pengusaha 23 tahun mengaku bernama Mahdi Mudhir.

Dia menjelaskan di Basrah memang tidak ada lagi hukum. Yang berkuasa adalah para penumpang mobil-mobil hitam berkaca gelap dengan poster pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei. "Ada dukungan bagi Ayatullah Ali Sistani, namun tidak ada orang bicara soal pemerintah," tuturnya.
 

Warga Libanon berunjuk rasa pada 14 Mei 2021 di wilayah Metula, perbatasan Libanon-Israel, menentang Perang Gaza. (Telegram)

Satu pemuda Libanon luka ditembak tentara Israel akhirnya wafat

Muhammad Qasim Tahhan disebut sebagai tentara cadangan Hizbullah.

Demonstran pada 10 Mei 2021 membakar pagar tembok Konsulat jenderal Iran di Kota Karbala, Irak. Mereka memprotes pembunuhan Ihab al-Wazni, aktivis antipemerintah terjadi di Karbala kemarin. (Screenshot)

Protes pembunuhan aktivis antipemerintah, demonstran bakar pagar Konsulat Iran di Karbala

Masyarakat Syiah di Irak memang terbelah dua, ada yang berkiblat ke Iran dan ada pula yang setia kepada pemimpin Syiah Irak Ayatullah Ali Sistani.

Jamaah umrah sedang bertanya kepada petugas keamanan. (Saudi Gazette)

Saudi umumkan haji akan digelar tapi belum jelas haji domestik atau internasional

Setelah pandemi Covid-19 meletup Maret tahun lalu, Saudi cuma membolehkan penduduk Saudi buat berhaji. Itu pun jumlahnya terbatas, seribu orang saja.

Alireza Fazeli Munfarid, pemuda Iran berumur 20 tahun, dibunuh keluarga setelah ketahuan dia menjadi gay. (Twitter)

Pemuda gay di Iran dibunuh keluarganya

Pasangan gay ketahuan bercinta diancam hukuman mati. Sedangkan mereka ketangkap berciuman, berpegangan tangan, dan saling perhatian akan dikenai hukuman cambuk di muka umum.





comments powered by Disqus